Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berbalik arah menjadi menguat pada Senin (26/1), setelah ditutup turun 0,46 persen ke level 8.951.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, berdasarkan analisis teknikal chart 1 jam, IHSG masih mampu bertahan dan rebound terbatas pada area support krusial 8.820-8.875. Setelah terkoreksi selama 3 hari berturut-turut, indeks berpotensi melanjutkan technical rebound dengan target resisten terdekat di rentang 9.000-9.030.

"Dari sisi sektoral, kenaikan harga komoditas global menjadi katalis utama yang berpotensi mendorong kinerja saham-saham berbasis komoditas, khususnya emas, batu bara, nikel, dan minyak bumi," kata Reza dalam riset hariannya.

Daftar saham yang ia soroti hari ini, meliputi: ADRO, ESSA, dan MDKA.

Pekan lalu, IHSG tertekan berbagai sentimen, yang mencakup pelemahan nilai rupiah, aksi ambil untung investor, meningkatkan tensi geopolitik global, serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang rebalancing MSCI dengan metodologi baru.

Bagaimana dengan proyeksi sentimen IHSG pekan ini? Meskipun ketegangan perang dagang AS-Eropa telah mereda, namun masih terdapat ketidakpastian mengenai Greenland. Presiden Trump menambah ketegangan politik dengan memberikan sanksi baru serta mengisyaratkan potensi aksi militer terhadap Iran.

Hal itu mendorong kenaikan harga minyak mentah pada Jumat (23/1). Harga perak menguat pada level tertinggi baru di US$100,49/troy oz dan harga emas menguat hingga US$4.988/troy oz (23/1). Sementara itu dari earning season, Intel melaporkan kinerja dan prospek yang mengecewakan pasar.

Phintraco Sekuritas mencatat, pada pekan ini investor juga akan mencermati hasil pertemuan the Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada 3,5 persen-3,75 persen.

Dari Wall Street, investor akan menantikan laporan kinerja keuangan dari beberapa saham teknologi besar, untuk menilai bagaimana prospek saham sektor teknologi dan AI. Data ekonomi yang akan dicermati investor di antaranya data durable goods orders dan PPI dari AS, serta data pertumbuhan ekonomi dari Euro Area. Dari Tiongkok akan dirilis data PMI.

Dari dalam negeri, Danantara menargetkan penempatan investasi hingga US$14 miliar tahun ini, naik dari komitmen US$8 miliar pada tahun lalu. Dana investasi tersebut berasal dari dividen perusahaan yang dimiliki negara.

Investor pun menantikan pengumuman metodologi  perhitungan free float saham oleh MSCI (30/1). Diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 8.850-9.050, sebelum menentukan arah selanjutnya.

"Jika IHSG mampu ditutup di atas level 9.050, maka berpotensi akan melanjutkan rebound," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Daftar saham yang Phintraco Sekuritas soroti pekan ini pekan ini meliputi BSDE, CTRA, BRIS, ULTJ, DKFT, dan MAPA.

Editorial Team