Jakarta, FORTUNE - Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Bank Negara Malaysia (BNM) untuk memperdalam kerangka kerja sama bilateral kedua bank sentral. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar kedua negara.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan kedua bank sentral berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang berkelanjutan guna mendorong stabilitas kawasan dan pertumbuhan berkelanjutan.
Kolaborasi kebanksentralan ini mencakup kebijakan moneter, stabilitas keuangan dan makroprudensial, sistem pembayaran dan digitalisasi, pengembangan sektor keuangan, inisiatif pengembangan kapasitas, pertukaran informasi, serta bidang lain yang disepakati.
"Ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara BI dan BNM, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat ini," kata Perry dalam siaran pers, Senin (11/5).
Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour, menyatakan nota kesepahaman ini membuka jalan bagi kemitraan yang lebih kuat dan sinergis.
"Hal ini juga merupakan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang perbankan sentral yang telah ada, sekaligus kerja sama ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama," katanya.
Sejalan dengan upaya BI menjaga stabilitas ekonomi nasional. Survei konsumen BI pada April 2026 menunjukkan indeks keyakinan konsumen (IKK) April 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 123,0, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 122,9. Keyakinan konsumen yang relatif terjaga pada periode April 2026 utamanya ditopang oleh peningkatan indeks kondisi ekonomi saat ini yang tercatat sebesar 116,5 atau lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,4.
Sejalan dengan itu, indeks ekspektasi konsumen juga terjaga di level optimis sebesar 129,6, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 130,4.
