Jakarta, FORTUNE – Bank Indonesia (BI) diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan (Bi-Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur pertama di 2026. Keputusan menahan ini dirasa perlu untuk menjaga nilai tukar (kurs) rupiah yang cenderung melemah hingga mendekati Rp17.00/US$ dalam beberapa hari belakangan.
“Dalam kondisi saat ini, BI diperkirakan akan menahan suku bunga, sebab bila ada pemangkasan justru berisiko memperkecil daya tarik imbal hasil aset rupiah, sehingga tekanan pada kurs bisa bertambah,” kata Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede saat dihubungi Fortune Indonesia di Jakarta, Rabu (21/1).
Bila pelemahan nilai tukar dibiarkan terus menerus dikhawatirkan bakal menggerus cadangan devisa hingga merembet dampaknya terhadap kenaikan harga barang impor, serta mengganggu pembentukan ekspektasi inflasi.
“Inflasi akhir 2025 memang sudah naik lagi menjadi 2,92 persen pada Desember 2025 akibat gangguan pasokan pangan, meski masih dalam sasaran BI. Karena itu, prioritas BI cenderung menjaga stabilitas nilai tukar dan menjaga selisih suku bunga dengan Amerika Serikat agar gejolak tidak meningkat,” kata Josua.
