Jakarta, FORTUNE – PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) membukukan lonjakan laba bersih hingga 288 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal I-2026. Bank digital ini mengantongi pundi-pundi keuntungan sebesar Rp375,6 miar.
Pengumuman kinerja tersebut disampaikan oleh manajemen perseroan di Jakarta pada Rabu (20/5).
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyatakan lonjakan profitabilitas ini didorong oleh peningkatan efisiensi operasional. Langkah optimalisasi aset yang bekerja secara maksimal juga menjadi kunci utama di lapangan.
Efektivitas bisnis perusahaan ikut tecermin pada tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA). Rasio ini tumbuh signifikan ke level 4,01 persen.
Angka tersebut memperlihatkan manajemen bank yang makin efisien dalam mengelola risiko. Di samping itu, perseroan berhasil mendiversifikasi sumber pendapatan seiring meningkatnya integrasi produk digital dalam aktivitas harian nasabah. Model bisnis ini dinilai sangat cocok menjawab kebutuhan finansial masyarakat.
“Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan,” kata Sasmaya melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/5).
Dari sisi intermediasi, roda pembiayaan bank digital ini berputar kencang. SeaBank telah menyalurkan kredit senilai Rp24,71 triliun. Angka ini mencerminkan kenaikan 40,83 persen (YoY).
Sasmaya menyatakan, penyaluran kredit SeaBank difokuskan pada segmen ritel individual. Strategi ini dijalankan melalui produk direct lending. Langkah ekspansi tersebut juga ditopang kerja sama strategis dengan perusahaan pembiayaan (multifinance) serta mitra lending partner.
Meskipun arus pembiayaan mengalir deras, SeaBank tetap konsisten menerapkan manajemen risiko yang ketat. Hasilnya, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan Gross (NPL Gross) terkendali pada level 1,56 persen.
Laju penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan rapor hijau. Dana masyarakat yang berhasil dihimpun naik 44,58 persen (YoY) menjadi Rp39,1 triliun hingga Maret 2026.
Pencapaian ini ditopang oleh porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Komponen tersebut mendominasi sebesar 69,10 persen dari total DPK.
“Tingginya porsi dana murah ini membuktikan kepercayaan nasabah menjadikan SeaBank sebagai pusat transaksi utama,” katanya.
Wadah nasabah SeaBank juga kian gemuk. Bank digital ini memiliki lebih dari 30 juta nasabah hingga akhir Maret 2026.
Sementara itu, rata-rata transaksi harian berjumlah lebih dari 13 juta transaksi. Adapun perputaran uang rata-rata mencapai lebih dari Rp6 triliun per harinya pada Maret 2026.
Berkat berbagai raihan positif tersebut, total aset SeaBank kini menyentuh Rp49,7 triliun atau tumbuh 33 persen (YoY) hingga akhir Maret 2026.
Guna mendukung rencana ekspansi jangka panjang, SeaBank membentengi diri dengan bantalan permodalan kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 21,88 persen pada akhir kuartal I-2026.
