Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Laba OCBC Naik 5 Persen, Digitalisasinya Kian Gesit
RUPST OCBC Tebar Dividen Rp1,03 Triliun /Dok Fortune IDN
  • OCBC mencatat laba bersih Rp1,36 triliun pada kuartal I-2026, naik 5 persen (YoY) berkat peningkatan pendapatan operasional 6 persen.

  • Kredit disalurkan mencapai Rp171 triliun dengan NPL gross 2,1 persen dan DPK tumbuh 4 persen menjadi Rp226,4 triliun.

  • Total aset OCBC naik 7 persen menjadi Rp312 triliun, ditopang pertumbuhan transaksi e-channel 15 persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mengawali 2026 dengan catatan laba bersih Rp1,36 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan 5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), yang disokong oleh kenaikan pendapatan operasional 6 persen.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menilai pencapaian ini sebagai buah dari model bisnis yang presisi.

“Kinerja ini menunjukkan kekuatan model bisnis bank yang seimbang antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana,” ujar Parwati dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (30/4).

OCBC tampak sangat selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Kredit yang disalurkan mencapai Rp171 triliun atau hanya tumbuh tipis 1 persen.

Namun, di balik angka yang konservatif itu, kualitas aset justru makin kinclong. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) terjaga pada level 2,1 persen, sementara Loan at Risk (LaR) melandai ke posisi 5,3 persen dari sebelumnya 5,4 persen.

Benteng pertahanan bank pun kian kokoh dengan pencadangan NPL yang mencapai 221,8 persen.

Sektor pendanaan pun tak kalah moncer. Dana Pihak Ketiga (DPK) terkumpul hingga Rp226,4 triliun, naik 4 persen (YoY). Keberhasilan ini didorong oleh penguatan rasio dana murah atau CASA yang kini bertengger pada level 61,9 persen.

“Pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen kami dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan kami,” kata Parwati.

Geliat digitalisasi disinyalir menjadi mesin penggerak utama. Pada tiga bulan pertama 2026, nilai transaksi melalui e-channel melesat 15 persen (YoY). Pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile tumbuh 8 persen, sedangkan nasabah korporasi yang menggunakan OCBC Business Mobile melonjak hingga 20 persen.

Secara fundamental, bank ini memiliki napas panjang untuk berekspansi. Tingkat kecukupan modal (CAR) 25 persen dengan rasio kecukupan likuiditas (LCR) 236,7 persen. Alhasil, total aset bank pun terkerek 7 persen menjadi Rp312 triliun pada akhir Maret 2026.

Editorial Team