Jakarta, FORTUNE - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, kondisi likuiditas dalam negeri tetap stabil.
Kondisi tersebut sebagai buah dari upaya regulator keuangan memitigasi dampak pengaruh kebijakan di Amerika Serikat atau global melalui kebijakan dalam negeri yang baik.
“Pertumbuhan M0 atau pertumbuhan uang primer mencapai 20 persen, bahkan angka terakhir menunjukkan pertumbuhannya di angka 28 persen. Artinya, sudah cukup banyak uang yang berada di sistem perekonomian kita,” kata Purbaya melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (10/9).
Seperti diketahui, perekonomian dunia sedang menghadapi ancaman pengetatan likuiditas. Hal tersebut berkaitan dengan tapering off yang dilakukan oleh Bank Sentral AS (The Fed) dengan cara menaikkan bunga dan mengetatkan kebijakan moneter.
"Pengetatan lebih lanjut tidak akan terlalu signifikan. Artinya, dalam hal ini dampak negatif dari pengetatan kebijakan moneter di AS, yang kita hadapi tidak akan sebesar seperti yang diperkirakan sebelumnya,” jelas Purbaya.