Jakarta, FORTUNE – Kenaikan inflasi secara umum dianggap akan berdampak negatif karena membebani perekonomian. Namun, lonjakan tingkat kenaikan harga barang dan jasa itu dalam beberapa tingkatan bisa memberikan pengaruh positif.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa yang berlangsung secara terus-menerus. Jika harga barang dan jasa meningkat, maka inflasi mengalami kenaikan. Pada gilirannya, kenaikan tersebut menyebabkan penurunan nilai uang. Dalam arti lain, inflasi bisa dianggap sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.
Senada, Bank Indonesia (BI) menyebutkan inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus dalam periode tertentu. Suatu kondisi tidak dapat disebut sebagai inflasi jika kenaikan harga hanya terjadi pada satu atau dua barang saja. Lonjakan harga harus terjadi secara luas pada barang dan jasa lain.
Lantas, apa penyebab inflasi? Faktornya banyak, mulai dari kenaikan permintaan, lonjakan biaya produksi, serta tingginya peredaran uang.
Menurut laman OCBC NISP, dampak positif inflasi akan dirasakan oleh tiga pihak, yakni debitur atau pihak yang memiliki utang, pengusaha, dan negara. Berikut penjelasannya.