Jakarta, FORTUNE – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp14,54 triliun hingga April 2026. Dana segar ini mengalir kepada 113.223 pelaku UMKM di seantero negeri.
Kendati kredit mengucur deras, tingkat kesehatan pembiayaan tetap prima. Bank berkode saham BMRI ini menekan rasio kredit bermasalah (NPL) pada level 1 persen. Capaian ini menunjukkan ketajaman perseroan dalam mengelola risiko secara cermat.
"Melalui dukungan modal kerja yang tepat sasaran, kami ingin membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, hingga menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor produktif," ujar SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (20/5).
Walhasil, realisasi pembiayaan tersebut telah menguras 35,45 persen dari total pagu target Bank Mandiri. Target yang dipatok mencapai Rp41 triliun sepanjang 2026.
Kucuran modal dari bank berlogo pita emas ini masih didominasi oleh sektor produksi. Porsinya mendominasi hingga 63,07 persen atau setara Rp9,16 triliun.
Sektor pertanian tampil sebagai penopang utama dengan raihan Rp4,69 triliun. Sektor ini digadang-gadang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Sementara itu, sektor jasa produksi menyerap Rp3,16 triliun dan sektor industri pengolahan mencatat angka Rp1,1 triliun.
Guna menggenjot penyaluran sekaligus menjaga mutu kredit, BMRI menerapkan strategi khusus. Bank pelat merah ini memperkuat pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan rantai tertutup (closed-loop). Pola ini menghubungkan langsung nasabah wholesale dengan sektor-sektor unggulan di daerah.
Sinergi ini melahirkan efisiensi tinggi dalam satu mata rantai bisnis yang saling terintegrasi. Perpaduan ini melibatkan pelaku UMKM, mitra usaha, distributor, hingga pihak yang bertindak sebagai off-taker.
Tak hanya memperluas akses permodalan, Bank Mandiri juga memperkokoh urat nadi transaksi dan pembayaran angsuran. Mereka mengoptimalkan jaringan Mandiri Agen di berbagai pusat ekonomi masyarakat.
Perseroan turut aktif memberikan edukasi literasi keuangan dan digital. Tujuannya agar pengusaha kecil lebih mandiri dalam mengelola bisnis secara modern dan berkesinambungan.
