Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Friderica Widyasari memaparkan komitmen nya
Friderica Widyasari saat konferensi pers setelah di tunjuk menjadi ketua dan wakil dewan komisioner OJK

Intinya sih...

  • OJK proyeksikan pertumbuhan kredit bank sebesar 10-12% tahun ini

  • Pertumbuhan aset asuransi ditargetkan 5-7%, dana pensiun 10-12%, dan penjaminan 14-15%

  • Prioritas OJK tahun ini: ketahanan sektor keuangan, ekosistem kontributif, dan pendalaman pasar keuangan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan industri keuangan Indonesia masih akan cukup tangguh dan berada dalam tren positif pada tahun ini. Pada sektor perbankan, penyaluran kredit ditargetkan tumbuh 10-12 persen, didukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 7-9 persen.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, target tersebut bisa saja dicapai dengan dukungan kolaborasi pemerintah dan pelaku industri dalam membangun ekonomi nasional.

"Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dan juga kebijakan yang ditempuh, kami optimis kinerja sektor keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan di 2026," ujar Friderica dalam pertemuan tahunan industri jasa keuangan, Jumat (6/2).

Sementara pada sektor asuransi, OJK menargetkan pertumbuhan aset di kisaran 5-7 persen. Aset program dana pensiun diperkirakan tumbuh 10-12 persen, dan aset program penjaminan diprediksi tumbuh 14-15 persen.

Sementara untuk piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan alias multifinance, perkiraannya bakal tumbuh 6 – 8 persen. Begitu pun di pasar modal, penghimpunan dana ditargetkan mencapai Rp250 triliun.

Friderica menyebut total permintaan skor kredit melalui Innovative Credit Scoring diperkirakan mencapai 200 juta permintaan. Nilai transaksi yang disetujui oleh mitra Aggregator diproyeksikan tumbuh hingga Rp27 triliun. Sementara itu, jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto (AKD-AK) ditargetkan tumbuh 26 persen.

Meski begitu, proyeksi dan target tersebut akan ditinjau secaea berkala dan disesuaikan dengan perkembangan pertumbuhan outlook ekonomi nasional. Sinergi kebijakan dengan berbagai pihak baik pemerintah, otoritas moneter, industri jasa keuangan, para pelaku usaha, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dibutuhkan dalam mengoptimalkan peran SJK bagi perekonomian nasional.

Pada tahun ini, OJK menetapkan tiga kebijakan prioritas meliputi, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang kontributif, dan pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan.

Editorial Team

EditorEkarina .