Tangerang, FORTUNE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat fenomena menarik pada pertumbuhan basis nasabah mapannya. Saat ini, komposisi nasabah prioritas dan solitaire semakin didominasi oleh kalangan muda dengan rentang usia 17 hingga 35 tahun.
Head of Individual Customer Business Development BCA, Yudi Darmadi, menyebutkan porsi nasabah kaya dari generasi muda tersebut kini telah mencapai 35 persen. Sejumlah nasabah ini tergabung secara aktif dalam komunitas BCA Young Community (BYC).
“Pertumbuhan nasabah muda di BCA meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Jika sekitar 10 tahun lalu porsinya masih di kisaran 10-15 persen, saat ini sudah mencapai sekitar 32 persen. Khusus untuk segmen [kaya] dengan usia 30 hingga 35 tahun, porsinya berada di kisaran 30 hingga 35 persen dari nasabah prioritas dan solitaire,” ujar Yudi dalam Diskusi BCA Young Community di ICE BSD, Tangerang, Jumat (6/2).
Seiring dengan kemapanan finansial yang meningkat, minat kelompok ini terhadap produk keuangan juga kian beragam. Instrumen investasi seperti obligasi, reksa dana, hingga saham menjadi pilihan favorit untuk mengembangkan portofolio mereka.
Meski antusiasme investasi melonjak, Yudi menekankan pentingnya kewaspadaan. Hal ini menjadi bagian esensial agar nasabah muda tidak terjebak pada tren sesaat. Ia mendorong penerapan strategi penempatan dana yang lebih matang dan terukur.
“Dalam pemilihan instrumen [investasi], tetap harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing, termasuk pemanfaatan produk cash management untuk mendukung kebutuhan bisnis,” ujarnya.
Pertumbuhan jumlah nasabah muda yang mapan ini berbanding lurus dengan performa keuangan perseroan. Hingga akhir 2025, BCA membukukan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp1.249 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 10,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Di sisi pendanaan, dana murah atau current account savings account (CASA) juga mencatat tren positif. Segmen ini melonjak 13,1 persen (YoY) hingga menyentuh Rp1.045 triliun. Capaian ini menjadi indikator fundamental bagi kekuatan likuiditas BCA dalam mendukung ekspansi bisnis ke depan.
