Dalam fit and proper test di hadapan Komisi XI DPR RI pada 26 Agustus 2026, Aida kembali menyampaikan visi yang akan dibawanya apabila dipercaya menjadi Deputi Gubernur Senior BI.
"Visinya masih tetap yaitu menjadi bank sentral terbaik di emerging economies (negara berkembang) dan berkontribusi positif ke perekonomian nasional dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif," ujar Aida dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), Rabu (26/8).
Untuk menjalankan visi tersebut, Aida menyebut tiga pendekatan, yakni adaptif, inovatif, dan akseleratif. Pendekatan adaptif berkaitan dengan respons BI terhadap perubahan lanskap ekonomi dan infrastruktur nasional, termasuk sinergi dengan kebijakan fiskal dan Danantara.
Sementara itu, pendekatan inovatif diarahkan agar BI dapat merumuskan respons kebijakan dengan lebih maju. Adapun pendekatan akseleratif menekankan percepatan eksekusi kebijakan secara terukur berdasarkan tahapan yang telah ditetapkan.
Aida juga menyusun tujuh misi strategis yang mencakup kalibrasi bauran kebijakan BI, reformasi data berbasis arsitektur data global, perluasan alternatif sumber pembiayaan, penguatan kebijakan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA), inovasi sistem pembayaran, akselerasi pengembangan UMKM, serta bauran kebijakan kelembagaan.
Dalam pemaparannya, ia menempatkan sinergi kebijakan moneter dan fiskal sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan agenda tersebut.
"Yang pertama ini harus dilakukan karena akan menjadi landasan kita untuk membangun skenario yang lebih positif untuk perekonomian Indonesia. Yang satu yang penting ini adalah sinergi Bank Indonesia dan pemerintah (fiskal-moneter) yang dilandasi oleh komunikasi yang efektif," ujarnya.