Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperluas akses layanan qris antarnegara hingga ke Cina. Layanan ini makin menambah panjang daftar negara yang bisa terlayani layanan ini meliputi Cina, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Direktur Information Technology BSI, Muharto Hadi Suprapto mengatakan masyarakat Indonesia kini dapat melakukan pembayaran berbasis QRIS saat berada di Cina, begitu pula sebaliknya bagi warga Cina yang berkunjung ke Indonesia.
"Preference masyarakat terus bergeser menjadi digital minded. Salah satunya bertransaksi lewat QRIS. Untuk itu, sejalan dengan langkah pemerintah memperluas jaringan transaksi QRIS di sejumlah negara, BSI telah siap dengan QR antar negara salah satunya di Cina,"jelasnya dalam siaran pers, Kamis (7/5).
Nasabah dapat melakukan scan qris melalui aplikasi BYOND by BSI di merchant berlogo UnionPay dan Alipay di China tanpa perlu menukar valuta asing secara tunai.
Muharto mengatakan, ekspansi layanan digital menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat kapasitas bisnis di pasar internasional. Hingga kini, BSI memiliki kantor perwakilan di Dubai, lebih dari 13 mitra remitansi di berbagai negara, serta kerja sama dengan jaringan VISA untuk transaksi domestik maupun internasional.
Transformasi digital berkontribusi terhadap pertumbuhan jumlah nasabah BSI. Hingga kini, basis nasabahnya telah mencapai 23 juta, dengan jumlah pengguna mobile banking sekitar 9,8 juta dalam satu tahun terakhir.
Adapun, hingga Maret 2026, BSI mencatat lebih dari 600 ribu merchant telah menggunakan QRIS di berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, industri halal, rumah sakit, hingga ritel modern. Transaksi QRIS antarnegara tercatat mencapai sekitar Rp3,4 miliar per bulan.
Ke depan, BSI menyatakan masih membuka peluang untuk memperluas jaringan layanan QRIS lintas negara ke pasar lainnya.
