Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Permata Bank Raup Laba Rp3,6 Triliun pada 2025, Ini Penopangnya
Permata Bank dengan logo baru (Instagram/Permata Bank)
  • Permata Bank mencatat laba bersih Rp3,6 triliun pada 2025, naik tipis 0,6 persen dengan pendapatan tumbuh 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun dan non bunga melonjak 34,1 persen.
  • Total aset meningkat 3,6 persen menjadi Rp268,3 triliun dan dana pihak ketiga naik 3,9 persen didorong pertumbuhan CASA 20,1 persen hingga rasio CASA mencapai 63,9 persen.
  • Penyaluran kredit tumbuh 5,5 persen ke Rp163,3 triliun dengan NPL Gross stabil di 2,1 persen serta permodalan kuat tercermin dari CAR 34,6 persen dan LCR rata-rata 296,5 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencetak laba bersih senilai Rp3,6 triliun pada sepanjang 2025, relatif stagnan dibandingkan laba tahun sebelumnya dengan pertumbuhan sebesar 0,6 persen.

Meski demikian, dari sisi pendapatan Permata Bank merih Rp12,6 triliun atau meningkat 3,8 persen secara tahunan, dengan pendapatan non bunga mencapai Rp2,6 triliun, tumbuh 34,1 persen.

Di sisi neraca, total aset Bank meningkat 3,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp268,3 triliun. Sementara simpanan nasabah alias dana pihak ketiga tumbuh 3,9 persen YoY menjadi Rp192,8 triliun, didukung oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1 persen sehingga rasio CASA meningkat menjadi 63,9 persen.

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, menyampaikan pertumbuhan pendapatan serta kualitas aset perseroan tetap terjaga adalah hasil dari konsisten menempatkan nasabah serta dukungan penuh dari Bangkok Bank.

"Kami yakin dengan tetap menjaga skala dan relevansi, Permata Bank dapat terus tumbuh berkelanjutan serta menjadi bank pilihan dan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari," katanya dalam paparan kinerja BNLI, Kamis (12/3).

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,5 persen YoY menjadi Rp163,3 triliun, dengan kontribusi utama dari segmen korporasi yang meningkat 11,2 persen YoY menjadi Rp99,6 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga stabil dengan rasio NPL Gross di level 2,1 persen dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3 persen.

Permata Bank mempertahankan tingkat pencadangan yang konservatif dengan rasio NPL Coverage sebesar 356 persen dan LAR Coverage sebesar 118 persen. Rudy menyebut perseroan secara proaktif melakukan restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset untuk penyelesaian kredit bermasalah.

Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, bank yang termasuk KBMI III ini juga diklaim berhasil menjaga likuiditas dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat 84,5 persen, sementara rasio likuiditas Basel III berada jauh di atas batas minimum dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata 296,5 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 126,8 persen. Struktur permodalannya juga sangat solid, dengan rasio CAR sebesar 34,6 persen dan CET-1 sebesar 26,6 persen.

Sementara itu, Unit Usaha Syariah perseroan membukukan kinerja solid. Sepanjang 2025, UUS Permata Bank  mencatat laba operasional sebelum provisi sebesar Rp785,3 miliar, tumbuh 8,1 persen YoY. Pertumbuhan ini didukung dengan Pendapatan Setelah Distribusi Bagi Hasil yang tumbuh mencapai 6,4 persen YoY dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik.

Editorial Team

EditorEkarina .