Jakarta, FORTUNE – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) menyetujui pembagian dividen tunai ke pemegang saham senilai Rp2 triliun dari total laba bersih Rp3,4 triliun pada tahun buku 2025.
Sisa Rp1,3 triliun akan dibukukan sebagai saldo laba serta Rp35,1 juta disisihkan sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan pasal 70 UUPT.
Selain itu, RUPST juga menyetujui pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) dengan total nilai Rp5,87 triliun.
Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, menyatakan laba bersih perusahaan itu pada 2025 tumbuh 28 persen (YoY), dengan kontribusi dari kenaikan fee-based income sebesar 54 persen (YoY) menjadi Rp2,79 triliun.
“Pencapaian ini menempatkan Bank Mega masuk ke dalam jajaran 10 besar di industri nasional dari sisi pendapatan laba,” kata Kostaman melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (1/4).
Aset bank tersebut juga mengalami pertumbuhan positif, dengan mencatatkan total Rp140,83 triliun pada akhir 2025, atau meningkat 4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pada sisi penyaluran kredit, bank swasta ini tetap berfokus pada segmen korporasi. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan tumbuh 4 persen menjadi Rp67,23 triliun. Kualitas kredit juga tetap terjaga, seperti tecermin pada rasio non-performing loan (NPL) yang membaik menjadi 1,65 persen.
Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan 14 persen menjadi Rp104,13 triliun. Komposisi DPK masih didominasi oleh deposito, tapi saldo CASA meningkat 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya menjadi Rp28,14 triliun.
