SAL Token Dirilis, Hubungkan Kripto dengan Sektor Logistik

SAL Token diluncurkan untuk menghubungkan teknologi blockchain dengan industri logistik dan mendukung aktivitas ekonomi dunia nyata.
Model pendanaan invoice freight memungkinkan tagihan terverifikasi didanai menggunakan stablecoin selama perusahaan menunggu pembayaran pelanggan.
SAL akan menguji model tersebut melalui proyek percontohan bersama SAS Worldwide Logistics sebelum memperluas penerapannya.
Jakarta, FORTUNE — SAL Token ($SAL) resmi diluncurkan untuk menghubungkan teknologi blockchain dengan industri logistik dan freight. Tim di balik SAS Worldwide Logistics, perusahaan yang bergerak di bidang freight dan logistik untuk rantai pasok internasional, mengembangkan aset kripto ini untuk mendukung aktivitas ekonomi di dunia nyata.
Berbeda dari aset kripto yang biasanya digunakan untuk investasi dan perdagangan, $SAL dirancang untuk mendukung kegiatan bisnis di sektor logistik.
Peluncuran SAL Token dilakukan di tengah pertumbuhan pasar aset digital Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen pada pedagang aset keuangan digital mencapai 22,93 juta per Juli 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun.
Di tengah perkembangan tersebut, SAL ingin memanfaatkan teknologi blockchain untuk mendukung aktivitas bisnis di dunia nyata. Perusahaan memilih industri freight atau jasa pengiriman barang sebagai titik awal pengembangan model bisnisnya.
Alasannya, karena perusahaan logistik kerap menghadapi jeda waktu antara penyelesaian pengiriman dan penerimaan pembayaran dari pelanggan. Pengiriman dapat selesai dalam hitungan hari, tetapi pelanggan bisa membutuhkan waktu beberapa minggu untuk melunasi tagihan. Kondisi ini membuat perusahaan logistik membutuhkan modal kerja tambahan untuk membiayai operasional.
SAL mengembangkan model pendanaan berbasis invoice freight untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dalam model ini, SAL akan memilih dan memverifikasi tagihan dari layanan SAS Worldwide Logistics yang telah selesai. Peserta yang memenuhi persyaratan kemudian dapat mendanai tagihan terpilih menggunakan stablecoin, seperti USDC atau USDT.
Pendanaan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan logistik memenuhi kebutuhan modal kerja selama menunggu pembayaran dari pelanggan. Namun, mekanisme ini tetap bergantung pada ketentuan pendanaan dan proses pembayaran yang berlaku.
Model tersebut merupakan bagian dari konsep real-world asset (RWA), yaitu pemanfaatan teknologi blockchain untuk menghubungkan modal digital dengan aset atau arus kas yang berasal dari aktivitas ekonomi nyata.
Managing Director SAS Worldwide Logistics, Arthur Sulaiman mengatakan bahwa token $SAL tidak mewakili atau menggantikan invoice freight secara langsung. Token ini berfungsi sebagai utilitas dan akses ke dalam ekosistem marketplace, sedangkan pendanaan invoice dilakukan secara terpisah menggunakan stablecoin.
“Freight dapat bergerak lintas negara dalam hitungan hari, tetapi pembayarannya bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. SAL dibangun berdasarkan persoalan tersebut. Alih-alih membuat token baru tanpa landasan bisnis, kami memulainya dari bisnis logistik yang sudah kami jalankan untuk melihat bagaimana blockchain dapat menjembatani pembayaran digital dengan aktivitas ekonomi dunia nyata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10).
Pendekatan ini juga mencerminkan pergeseran yang lebih luas di dunia kripto. Alih-alih hanya mengukur melalui jumlah investor atau volume transaksi, model RWA memungkinkan pengguna untuk bereksplorasi tentang bagaimana blockchain dapat berinteraksi dengan industri yang sudah ada dan aktivitas ekonomi nyata.
Rencana pengembangan

Managing Director SAS Worldwide Logistics, Arthur Sulaiman. Bagi $SAL, freight merupakan titik awal. Setiap invoice terhubung dengan pengiriman yang dilakukan, layanan yang diberikan, dan kewajiban pembayaran yang dapat diidentifikasi.
Marketplace juga dirancang untuk memberikan visibilitas yang lebih jelas terhadap setiap peluang pendanaan, termasuk nilai invoice, tenor, ketentuan pendanaan, pengungkapan risiko, dan estimasi penyelesaian pembayaran.
SAL berencana menguji model tersebut melalui proyek percontohan (pilot project) bersama SAS Worldwide Logistics sebelum penerapannya diperluas.
SAL Token resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2026 dan tersedia melalui platform perdagangan aset digital Mobee. Perusahaan menyatakan akan mengumumkan platform perdagangan lainnya pada waktu mendatang.



















