Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SAL Token Dirilis, Hubungkan Kripto dengan Sektor Logistik
Kapal Freight Forwarder (pexels.com/Wolfgang Weiser)
  • SAL Token diluncurkan untuk menghubungkan teknologi blockchain dengan industri logistik dan mendukung aktivitas ekonomi dunia nyata.

  • Model pendanaan invoice freight memungkinkan tagihan terverifikasi didanai menggunakan stablecoin selama perusahaan menunggu pembayaran pelanggan.

  • SAL akan menguji model tersebut melalui proyek percontohan bersama SAS Worldwide Logistics sebelum memperluas penerapannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Juli 2026

Jumlah akun konsumen pada pedagang aset keuangan digital mencapai 22,93 juta. Nilai transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun.

21 Oktober 2026

SAL Token resmi diluncurkan dan tersedia melalui platform perdagangan aset digital Mobee.

Kamis (22/10)

Arthur Sulaiman menyampaikan keterangan tertulis mengenai fungsi token $SAL dan latar belakang pengembangannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    SAL Token diluncurkan untuk menghubungkan teknologi blockchain dengan industri logistik melalui model pendanaan invoice freight.
  • Who?
    Tim di balik SAS Worldwide Logistics mengembangkan SAL Token. Managing Director SAS Worldwide Logistics, Arthur Sulaiman, memberikan keterangan terkait token tersebut.
  • Where?
    SAL Token tersedia melalui platform perdagangan aset digital Mobee. Modelnya berfokus pada layanan freight dan logistik untuk rantai pasok internasional.
  • When?
    SAL Token resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2026. Keterangan Arthur Sulaiman disampaikan pada Kamis (22/10).
  • Why?
    SAL dikembangkan untuk membantu kebutuhan modal kerja perusahaan logistik selama menunggu pembayaran pelanggan setelah pengiriman selesai.
  • How?
    SAL memilih dan memverifikasi invoice freight yang telah selesai. Peserta yang memenuhi persyaratan dapat mendanai invoice terpilih menggunakan stablecoin seperti USDC atau USDT.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SAL Token dibuat oleh SAS Worldwide Logistics untuk membantu bisnis pengiriman barang. Token ini memakai blockchain dan stablecoin untuk mendanai tagihan yang sudah selesai saat perusahaan masih menunggu uang dari pelanggan. SAL sudah diluncurkan dan tersedia di Mobee. Modelnya akan diuji lewat proyek percontohan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SAL menawarkan penerapan blockchain yang berangkat dari aktivitas bisnis logistik yang sudah berjalan. Dengan menghubungkan invoice terverifikasi, stablecoin, dan marketplace, model ini memberi ruang bagi pendanaan kebutuhan modal kerja, sekaligus akan diuji melalui proyek percontohan sebelum penerapannya diperluas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — SAL Token ($SAL) resmi diluncurkan untuk menghubungkan teknologi blockchain dengan industri logistik dan freight. Tim di balik SAS Worldwide Logistics, perusahaan yang bergerak di bidang freight dan logistik untuk rantai pasok internasional, mengembangkan aset kripto ini untuk mendukung aktivitas ekonomi di dunia nyata.

Berbeda dari aset kripto yang biasanya digunakan untuk investasi dan perdagangan, $SAL dirancang untuk mendukung kegiatan bisnis di sektor logistik.

Peluncuran SAL Token dilakukan di tengah pertumbuhan pasar aset digital Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen pada pedagang aset keuangan digital mencapai 22,93 juta per Juli 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun.

Di tengah perkembangan tersebut, SAL ingin memanfaatkan teknologi blockchain untuk mendukung aktivitas bisnis di dunia nyata. Perusahaan memilih industri freight atau jasa pengiriman barang sebagai titik awal pengembangan model bisnisnya.

Alasannya, karena perusahaan logistik kerap menghadapi jeda waktu antara penyelesaian pengiriman dan penerimaan pembayaran dari pelanggan. Pengiriman dapat selesai dalam hitungan hari, tetapi pelanggan bisa membutuhkan waktu beberapa minggu untuk melunasi tagihan. Kondisi ini membuat perusahaan logistik membutuhkan modal kerja tambahan untuk membiayai operasional.

SAL mengembangkan model pendanaan berbasis invoice freight untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dalam model ini, SAL akan memilih dan memverifikasi tagihan dari layanan SAS Worldwide Logistics yang telah selesai. Peserta yang memenuhi persyaratan kemudian dapat mendanai tagihan terpilih menggunakan stablecoin, seperti USDC atau USDT.

Pendanaan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan logistik memenuhi kebutuhan modal kerja selama menunggu pembayaran dari pelanggan. Namun, mekanisme ini tetap bergantung pada ketentuan pendanaan dan proses pembayaran yang berlaku.

Model tersebut merupakan bagian dari konsep real-world asset (RWA), yaitu pemanfaatan teknologi blockchain untuk menghubungkan modal digital dengan aset atau arus kas yang berasal dari aktivitas ekonomi nyata.

Managing Director SAS Worldwide Logistics, Arthur Sulaiman mengatakan bahwa token $SAL tidak mewakili atau menggantikan invoice freight secara langsung. Token ini berfungsi sebagai utilitas dan akses ke dalam ekosistem marketplace, sedangkan pendanaan invoice dilakukan secara terpisah menggunakan stablecoin.

“Freight dapat bergerak lintas negara dalam hitungan hari, tetapi pembayarannya bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. SAL dibangun berdasarkan persoalan tersebut. Alih-alih membuat token baru tanpa landasan bisnis, kami memulainya dari bisnis logistik yang sudah kami jalankan untuk melihat bagaimana blockchain dapat menjembatani pembayaran digital dengan aktivitas ekonomi dunia nyata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10).

Pendekatan ini juga mencerminkan pergeseran yang lebih luas di dunia kripto. Alih-alih hanya mengukur melalui jumlah investor atau volume transaksi, model RWA memungkinkan pengguna untuk bereksplorasi tentang bagaimana blockchain dapat berinteraksi dengan industri yang sudah ada dan aktivitas ekonomi nyata.

Rencana pengembangan

Managing Director SAS Worldwide Logistics, Arthur Sulaiman.

Bagi $SAL, freight merupakan titik awal. Setiap invoice terhubung dengan pengiriman yang dilakukan, layanan yang diberikan, dan kewajiban pembayaran yang dapat diidentifikasi.

Marketplace juga dirancang untuk memberikan visibilitas yang lebih jelas terhadap setiap peluang pendanaan, termasuk nilai invoice, tenor, ketentuan pendanaan, pengungkapan risiko, dan estimasi penyelesaian pembayaran.

SAL berencana menguji model tersebut melalui proyek percontohan (pilot project) bersama SAS Worldwide Logistics sebelum penerapannya diperluas.

SAL Token resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2026 dan tersedia melalui platform perdagangan aset digital Mobee. Perusahaan menyatakan akan mengumumkan platform perdagangan lainnya pada waktu mendatang.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article