Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Stanchart Tambah Pembiayaan US$20 juta ke Produsen Motor Listrik ALVA

2 min read
Stanchart Tambah Pembiayaan US$20 juta ke Produsen Motor Listrik ALVA
Standard Chartered Indonesia Tambah Pembiayaan US$20 juta ke Produsen Motor Listrik ALVA/Dok Standard Chartered Indonesia
  • Standard Chartered Indonesia menaikkan fasilitas pembiayaan ALVA, anak usaha Indika Energy, menjadi US$20 juta untuk mendukung operasional dan ekosistem kendaraan listrik nasional.
  • Dana dialokasikan bagi pengadaan bahan baku dan komponen, pengembangan produk, serta pengoperasian fasilitas manufaktur ALVA di Cikarang, Jawa Barat.
  • Pembiayaan ini masuk target pembiayaan berkelanjutan global Standard Chartered US$300 miliar pada 2030; realisasinya mencapai US$157 miliar hingga September 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Standard Chartered Indonesia meningkatkan fasilitas pembiayaan menjadi US$20 juta atau lebih dari Rp358 miliar kepada produsen motor listrik ALVA, PT Electra Mobilitas Indonesia, guna mendukung operasionalisasi dan pembiayaan ekosistem kendaraan listrik nasional, Selasa (20/10).

Penyaluran pembiayaan kepada anak usaha PT Indika Energy Tbk tersebut dialokasikan untuk mengadakan bahan baku, komponen, pengembangan produk, serta pengoperasian fasilitas manufaktur di Cikarang, Jawa Barat.

Chief Executive Officer ALVA, Purbaja Pantja, menyatakan fasilitas pembiayaan ini memberikan fleksibilitas pendanaan bagi operasionalisasi dan ekspansi perusahaan.

“Dukungan ini membantu kami menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen, seiring penguatan kapabilitas manufaktur dan pengembangan produk di Indonesia,” kata Purbaja di Jakarta, Selasa (20/10).

CEO Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro, menyatakan dukungan ini mencerminkan komitmen bank dalam proses transisi Indika Energy ke sektor kendaraan listrik. Donny mengklaim populasi sepeda motor di Indonesia saat ini mencapai sekitar 145 juta unit.

“Karena itu, percepatan adopsi sepeda motor listrik memiliki potensi besar dalam mendukung transisi energi yang berkelanjutan,” ujar Donny.

Dia menambahkan, percepatan transisi membutuhkan penyiapan kapasitas produksi dalam negeri, rantai pasok, hingga akses pembiayaan, “sekaligus mendukung upaya pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik dan memperkuat daya saing industri nasional,” kata Donny.

Penyaluran kredit ini menjadi bagian dari target global Standard Chartered dalam memobilisasi pembiayaan berkelanjutan senilai US$300 miliar pada 2030. Terhitung sejak Januari 2021 hingga September 2025, bank tersebut telah merealisasikan pembiayaan berkelanjutan US$157 miliar di tingkat global.

Berdasarkan laporan keuangannya per Agustus 2026, Standard Chartered Indonesia merekam total aset Rp95,33 triliun. Bank yang berinduk di London, Inggris ini membukukan laba bersih tahun berjalan Rp874 miliar dan pendapatan bunga bersih Rp2,71 triliun.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More