Jakarta, FORTUNE – Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS terus tumbuh tinggi mencapai 133,20 persen secara Year on Year (yoy). Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Untuk itu, bank sentral terus berupaya memperluas jangkauan QRIS termasuk untuk segmen lintas negara. Saat ini, QRIS memang telah bisa digunakan di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, dan Jepang. Sedangkan untuk China dan Korea Selatan masih terus dilakukan uji coba.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan fokus utama bank sentral awal tahun ini ialah peluncuran QRIS Indonesia-Korea Selatan yang ditargetkan rampung dan dapat digunakan pada April 2026.
“Peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia – Korea Selatan pada April 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas konektivitas pembayaran digital lintas negara dan mendorong percepatan akseptasi digital,” kata Perry melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Rabu (25/3).
Di sisi lain, bank sentral juga mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,67 miliar transaksi atau tumbuh 40,35 persen (YoY) pada Februari 2026. Transaksi ini didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
“Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 9,49 persen (YoY) dan 22,16 persen (YoY),” kata Perry.
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 434 juta transaksi atau tumbuh 31,49 persen (YoY) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.092 triliun pada Februari 2026. Sementara itu, pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,78 persen (YoY) menjadi Rp1.287 triliun pada Februari 2026. BI juga memastikan transaksi masyarakat dapat berjalan dengan baik tanpa terkendala apapun.
