Jakarta, FORTUNE — Uang beredar (M2) di Indonesia per Januari 2026 mencapai Rp10.117,8 triliun. Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian yang tercermin dari uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 10,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 sebesar 9,6 persen (yoy).
“Peningkatan M2 pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit,” ujar BI dalam siaran persnya, Senin (23/2). Pernyataan ini menegaskan bahwa ekspansi likuiditas pada awal tahun didorong oleh faktor fiskal dan intermediasi perbankan.
