Jakarta, FORTUNE - Zurich Indonesia mencatat pertumbuhan premi bruto sebesar 31,4 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp595,9 per Januari 2026. Segmen asuransi kelompok menjadi penopang pertumbuhan, dengan kenaikan 40 persen, diikuti asuransi kesehatan individu 20 persen.
Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, mengatakan portofolio health Zurich menunjukkan tren pertumbuhan yang solid didukung sejumlah solusi yang relevan, fleksibel serta rangkaian inisiatif yang mendekatkan perlindungan ke lebih banyak masyarakat.
"Kami melihat industri asuransi kesehatan memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang, didukung oleh regulasi yang semakin kuat dan meningkatnya literasi masyarakat," ujarnya, dikutip dari siaran pers, Selasa (10/3).
Penerapan regulasi baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai turut memperkuat aspek tata kelola, transparansi, serta manajemen risiko di industri asuransi, sejalan dengan proyeksi OJK yang memperkirakan aset industri asuransi pada 2026 dapat tumbuh sekitar 5–7 persen.
Pengamat ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai prospek industri asuransi pada 2026 masih terbuka seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan risiko akibat dinamika risiko kesehatan dan ekonomi global.
"Fundamental industri asuransi Indonesia terus menguat dengan peningkatan aset yang dikelola. Penguatan regulasi dan peningkatan pengawasan mendorong tata kelola industri yang lebih baik, sehingga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kepercayaan publik," ujar Nailul.
Pada lini syariah, Zurich mengembangkan produk asuransi kesehatan mikro dengan manfaat yang lebih spesifik dan premi relatif terjangkau. Beberapa produk seperti Mikro Demam Berdarah, Mikro Tifus, dan Mikro Hospital Cash Plan tercatat mencatat pertumbuhan lebih dari 40 persen.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan program pemberian asuransi kecelakaan diri secara gratis bagi 1.500 pemudik pada periode Idulfitri sebagai bagian dari upaya memperluas akses perlindungan asuransi di masyarakat.
Ke depan, Zurich menyatakan akan melanjutkan pengembangan produk berbasis kebutuhan nasabah, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memperluas kolaborasi untuk meningkatkan jangkauan layanan perlindungan di Indonesia.
