Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Donald Rachmat, CEO, Mercedes-Benz Indonesia (2).png
Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia, di sisi Mercedes-Maybach S 580, saat acara “Mercedes-Benz: 140 Years of Innovation,” di Jakarta (3/2/2026). Dok:Mercedes-Benz Indonesia

Intinya sih...

  • Mercedes-Benz merayakan 140 tahun perjalanannya dengan fokus pada kualitas pengalaman pelanggan di segmen kendaraan kelas atas.

  • Strategi pabrikan Jerman ini berakar pada pemahaman psikologi konsumen kelas atas, yang mempertimbangkan aspek emosional dalam keputusan pembelian kendaraan.

  • Komitmen Mercedes-Benz terhadap pasar otomotif Indonesia tecermin melalui fasilitas perakitan lokal di Wanaherang, Bogor, serta penawaran pengalaman personalisasi melalui konsep World Beyond.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Mercedes-Benz mengawali 2026 dengan menegaskan kembali posisinya sebagai pionir industri otomotif melalui perayaan 140 tahun perjalanannya. Di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang sempat mengalami kontraksi pada tahun sebelumnya, pabrikan asal Jerman ini memilih tidak terpaku pada volume penjualan, tapi memperdalam kualitas pengalaman pelanggan pada segmen kendaraan kelas atas (top-end).

CEO Mercedes-Benz Indonesia, Donald Rachmat, menyoroti 2025 sebagai tahun yang cukup menantang bagi pelaku industri. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total pasar otomotif mengalami koreksi cukup tajam hingga hampir 7 persen.

Pun demikian, angka tersebut tidak serta-merta mengubah haluan bisnis Mercedes-Benz di Tanah Air.

"Fokus kami bukan ke arah berapa market share-nya atau jualan unitnya, tetapi kami bermain di segmen premium. Fokus kami adalah selalu kepada konsumen. Bagaimana kami memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen meliputi produk, layanan after sales, hingga pembelian kendaraan baru," ujar Donald saat ditemui di sela-sela acara Mercedes-Benz 140 Years of Innovation di World Beyond by Mercedes-Benz, Jakarta, Selasa (3/2).

Strategi tersebut berakar pada pemahaman mengenai psikologi konsumen kelas atas. Donald menjelaskan bahwa bagi segmen ini, keputusan membeli kendaraan telah melampaui kebutuhan fungsional transportasi semata. Terdapat aspek emosional yang menjadi faktor penentu utama. Hal ini tecermin pada tiga pilar kategori top-end vehicle yang dihadirkan di World Beyond: G-Class, AMG, dan Maybach.

"Kalau kita bicara G-Class ada faktor emosional kebebasan berkendara. Ketika kita bicara AMG, basically kebutuhan itu adalah bicara mengenai performa. Ada sensasi adrenalin yang tidak bisa didapatkan oleh kendaraan lain ketika kendaraan itu dipacu dengan kecepatan tinggi," ujar Donald.

Sementara itu, untuk lini Maybach, ia menekankan pada aspek kenyamanan tingkat tinggi atau ultra-comfort yang menawarkan prestise tersendiri.

Ikatan emosional ini bukanlah sesuatu yang dibangun dalam semalam, melainkan hasil akumulasi sejarah panjang. Tonggak awal dimulai pada tahun 1886 ketika Carl Benz mengajukan paten bernomor 37435 untuk Benz Patent-Motorwagen, yang diakui sebagai mobil pertama dunia.

Di Indonesia, jejak sejarah ini telah terukir sejak 1894, saat Benz Victoria Phaeton milik Sri Susuhunan Surakarta Pakubuwono X mendarat di Pulau Jawa. Peristiwa tersebut menjadikan Indonesia salah satu negara pertama di Asia yang mengenal teknologi otomotif.

Komitmen tersebut berlanjut hingga kini melalui fasilitas perakitan lokal di Wanaherang, Bogor. Pabrik yang telah beroperasi puluhan tahun ini menjadi bukti nyata investasi jangka panjang Mercedes-Benz. Di sana, berbagai model andalan, mulai dari A-Class hingga S-Class, dihasilkan dengan standar kualitas global yang ketat.

Mercedes-Benz juga menampilkan lini masa evolusi S-Class yang menjadi simbol kemajuan teknologi keselamatan dunia.

Setiap generasi S-Class selalu membawa terobosan baru: mulai dari W116 yang menjadi pionir sistem pengereman ABS pada 1978, W126 yang memperkenalkan airbag pengemudi pada 1981, hingga W140 dengan Electronic Stability Program (ESP) pada 1995.

Inovasi terus berlanjut hingga generasi terkini V223 yang menetapkan standar baru melalui frontal airbag untuk penumpang belakang dan teknologi digital light beresolusi 2,6 juta piksel.

Mercedes-Benz Indonesia turut mengakomodasi tren elektrifikasi dan digitalisasi. Donald pun mengungkapkan pengalaman pribadinya menggunakan EQS, sedan listrik premium, sebagai kendaraan operasional harian yang dinilai praktis, tapi tetap mewah.

Selain keunggulan teknologi, brand tersebut menawarkan pengalaman personalisasi lebih mendalam melalui konsep World Beyond. Fasilitas ini dirancang mengakomodasi keinginan pelanggan segmen top-end vehicle yang memburu eksklusivitas.

"Kami memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk menentukan spesifikasinya sendiri dan warna kendaraannya sendiri, termasuk bahan material," kata Donald.

Di fasilitas ini, konsumen akan didampingi secara khusus oleh brand ambassador yang bertugas menjelaskan setiap detail spesifikasi. Mulai dari pilihan warna eksterior, varian trim, hingga material interior, semua dapat dipilih dan disesuaikan dengan selera pribadi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap unit yang dipesan bukan hanya sekadar alat transportasi, melainkan refleksi dari karakter pemiliknya.

Editorial Team