Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
koleksi spring lv 2025
ilustrasi louis vuitton (unsplash.com/cody gallo)

Jakarta, FORTUNE - Industri barang mewah kembali membuktikan daya tahan dan daya saingnya di tengah gejolak ekonomi global. Dalam laporan terbaru Kantar BrandZ edisi 2025, tiga rumah mode papan atas Prancis—Louis Vuitton, Hermès, dan Chanel—berhasil mengamankan posisi tiga teratas dalam daftar 50 merek Prancis paling bernilai.

Ketiganya tidak hanya mempertahankan dominasi sejak 2023, tetapi juga menegaskan peran sektor mewah sebagai motor penggerak utama ekonomi Prancis. Selama dua tahun terakhir, nilai kumulatif dari 50 merek teratas Prancis meningkat drastis lebih dari 20 persen, melonjak dari US$424 miliar pada 2023 menjadi lebih dari US$506 miliar pada 2025.

Peningkatan ini dihitung oleh Kantar melalui pendekatan gabungan antara data keuangan dan analisis persepsi konsumen, mengindikasikan kekuatan menyeluruh dari merek-merek tersebut baik dari sisi performa pasar maupun daya tarik publik.

“Daftar ini menunjukkan soliditas merek-merek Prancis dan kemampuan mereka menciptakan nilai dari waktu ke waktu dengan menggabungkan daya tarik, konsistensi strategis, dan inovasi. [Merek-merek Prancis] telah menunjukkan ketahanan dan kelincahan yang luar biasa dalam lingkungan yang terus berubah,” ujar Cécile Lejeune, Presiden Kantar Prancis, dalam siaran pers, (6/5).

Sektor mewah terus menjadi andalan utama dalam lanskap merek Prancis, dengan sembilan merek menyumbang 63 persen dari total nilai keseluruhan daftar. Sementara itu, industri kecantikan dan perawatan pribadi menyumbang delapan merek dengan kontribusi sebesar 15 persen. Di luar dua sektor tersebut, hanya Orange (peringkat 5) dan Axa (peringkat 10) yang mampu menembus dominasi rumah mode dan brand kecantikan di peringkat sepuluh besar.

Cartier mencatat peningkatan signifikan dengan naik ke posisi tujuh dari sembilan tahun sebelumnya. Dior tetap kuat di posisi delapan, melengkapi dominasi LVMH dan sektor kecantikan yang juga diisi oleh L'Oréal, Lancôme, dan Garnier.

Menariknya, grup konglomerat LVMH mendominasi daftar, dengan sembilan merek andalan masuk dalam 50 besar. Selain Louis Vuitton dan Dior, perusahaan ini juga menempatkan Hennessy (peringkat 13), Givenchy (20), Sephora (22), Celine (25), Moët & Chandon (26), Veuve Clicquot (33), dan Guerlain (48) dalam daftar.

Louis Vuitton sendiri mempertahankan posisinya sebagai merek paling bernilai di Prancis selama lima tahun berturut-turut. Nilai merek perusahaan ini naik 9,5 persen menjadi US$111,9 miliar, menunjukkan konsistensi luar biasa dalam mempertahankan pangsa pasar premium secara global.

Hermès, pesaing terdekat Louis Vuitton, tetap berada di posisi kedua. Nilai mereknya melonjak hampir dua kali lipat—dari US$57,5 miliar pada 2023 menjadi US$109,4 miliar pada 2025. Lonjakan ini menempatkan Hermès sebagai salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat dalam daftar tersebut. Bahkan, pada April lalu, kapitalisasi pasar Hermès sempat melampaui Louis Vuitton.

Reputasi global dan daya saing tinggi

Dok. Kantar

Editorial Team