Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
LVMH  Lepas Marc Jacobs Dijual di Tengah Tekanan Industri Barang Mewah
Marc Jacobs The Utility Snapshot DTM Saffiano Leather Continental Wallet (marcjacobs.com)
  • LVMH resmi menjual brand Marc Jacobs kepada WHP Global dan G-III Apparel Group, mengakhiri tiga dekade kepemilikan demi fokus pada profitabilitas di tengah perlambatan pasar barang mewah.
  • Penjualan ini mencerminkan tren baru industri luxury, di mana perusahaan besar melepas aset non-inti sementara pengelola merek dan produsen pakaian mengambil alih label fesyen Amerika yang lebih terjangkau.
  • Marc Jacobs tetap menjadi desainer dan direktur kreatif setelah akuisisi, dengan brand-nya kini bergabung ke portofolio WHP Global bersama Vera Wang, rag & bone, serta G-STAR.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Grup barang mewah asal Prancis, LVMH, sepakat menjual brand fesyen Marc Jacobs kepada perusahaan pengelola merek WHP Global dan perusahaan pakaian G-III Apparel Group. Untuk mendanai akuisisi tersebut, kedua perusahaan disebut sedang menggalang dana hingga US$850 juta.

Dilansir dari Reuters, penjualan Marc Jacobs kepada grup tersebut menandai berakhirnya tiga dekade kepemilikan brand tersebut oleh LVMH. Langkah ini juga mencerminkan strategi LVMH untuk lebih fokus pada profitabilitas di tengah perlambatan pasar barang mewah.

Industri luxury global saat ini menghadapi tekanan akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu perjalanan internasional dan menekan belanja konsumen, terutama di kawasan Teluk, pasar penting bagi produk mewah.

Analis rantai pasok sekaligus konsultan industri, Brittain Ladd, menilai transaksi ini menunjukkan perubahan strategi di industri barang mewah. Menurutnya, perusahaan besar seperti LVMH kini mulai melepas aset yang bukan bisnis inti, sementara pengelola merek dan produsen pakaian menjadi pembeli potensial untuk brand “luxury terjangkau” dan label desainer asal Amerika.

Ia mengatakan tren bisnis baru di industri ini lebih menekankan pada kepemilikan merek dan lisensi, sambil menjaga operasional tetap ramping dan efisien.

LVMH sebelumnya mengungkapkan perang Iran memangkas setidaknya 1 persen penjualan grup pada kuartal terakhir. Penurunan belanja konsumen Timur Tengah dan berkurangnya wisatawan di Eropa diakui turut menekan penjualan perusahaan.

Laporan Reuters tahun lalu menyebut LVMH milik Bernard Arnault memang telah menjajaki penjualan Marc Jacobs kepada sejumlah calon pembeli, termasuk WHP Global dan Authentic Brands Group.

Sementara itu, Financial Times melaporkan, sebelumnya, LVMH pernah melepas brand fesyen Off-White, kepemilikannya di Stella McCartney, serta bisnis travel retail di Cina Raya.

Nilai transaksi penjualan Marc Jacobs tidak diumumkan. Namun, sumber Financial Times sebelumnya menyebut LVMH membidik valuasi sekitar US$1 miliar untuk brand tersebut.

Meski berpindah tangan, pendiri brand sekaligus mantan direktur kreatif Louis Vuitton, Marc Jacobs, akan tetap bertahan sebagai desainer dan direktur kreatif.

Bernard Arnault menyebut Marc Jacobs sebagai “desainer dengan kreativitas langka” dan optimistis kepemilikan baru akan membuka peluang pertumbuhan baru bagi brand tersebut.

LVMH pertama kali membeli saham di Marc Jacobs pada 1997, tahun yang sama ketika Jacobs ditunjuk sebagai direktur kreatif pertama Louis Vuitton.

Dalam pernyataannya, Marc Jacobs mengatakan berterima kasih atas dukungan Bernard Arnault selama hampir 30 tahun terakhir dan menyatakan akan tetap memimpin arah kreatif brand tersebut.

Setelah akuisisi selesai, Marc Jacobs akan bergabung dengan portofolio fashion premium WHP Global yang mencakup Vera Wang, rag & bone, dan G-STAR. WHP mengatakan total penjualan ritel global portofolionya akan melampaui US$9,5 miliar.

WHP juga menyebut pengelolaan Marc Jacobs akan dilakukan bersama G-III Apparel Group.

Editorial Team

EditorEkarina .