Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Rolls-Royce Cullinan Yachting Meluncur, SUV Mewah Terinspirasi Yacht
Dok. Rolls-Royce

Jakarta, FORTUNE - Rolls-Royce Motor Cars memperkenalkan Cullinan Yachting, rangkaian empat komisi privat yang merayakan estetika, material, dan semangat dunia kapal pesiar modern. Setiap unit Cullinan ini merepresentasikan arah mata angin—utara, selatan, timur, dan barat—yang diwujudkan melalui detail eksterior maupun interior secara eksklusif.

Keempat kendaraan tersebut menampilkan sentuhan kayu teak kelas maritim, panel dasbor bergaya nautika yang dilukis tangan, langit-langit Starlight dengan pola angin Mediterania, serta warna eksterior khas. Koleksi ini sekaligus menegaskan hubungan panjang Rolls-Royce dengan dunia pelayaran, mulai dari kapal keluarga Charles Rolls hingga kolaborasi kontemporer dengan perancang kapal pesiar.

Head of Bespoke Design Rolls-Royce Motor Cars, Martina Starke, mengatakan dunia yachting merupakan lingkungan akrab dengan para klien dan Cullinan Bespoke ini merayakan hubungan erat antara budaya tersebut dan Rolls-Royce.

"Sebuah relasi yang dimulai sejak pendiri kami, Charles Rolls, dan terus berlanjut hingga kini. Dari kesamaan nilai desain dengan kapal balap hingga kolaborasi dengan desainer maritim bagi klien yang ingin memadukan mobil dengan yacht mereka, dunia pelayaran telah lama memengaruhi pendekatan kami," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/3).

Dia menambahkan, dalam empat komisi Bespoke ini, hubungan tersebut diwujudkan melalui detail yang terinspirasi dunia maritim dan penggunaan material autentik, selaras dengan semangat petualangan yang mendefinisikan Cullinan dan dunia yachting.

Elemen lukisan tangan menjadi sorotan utama pada Cullinan Yachting. Pada panel dasbor dan meja piknik, Rolls-Royce menghadirkan karya seni yang menggambarkan jejak gelombang kapal kecil yang melaju menuju kapal pesiar yang sedang berlabuh. Arah gelombang disesuaikan dengan tema masing-masing unit—utara, selatan, timur, atau barat—sehingga setiap mobil bersifat unik.

Proses pengembangannya memakan waktu sekitar dua bulan, termasuk eksperimen kombinasi warna, teknik aplikasi, dan proses pelapisan. Pigmen disemprotkan pada lapisan lak basah, kemudian dibentuk secara manual menggunakan kuas halus untuk menghasilkan efek gelombang yang realistis. Panel dasbor dilapisi warna khusus Piano Milori Sparkle, biru metalik yang terinspirasi nuansa laut Côte d’Azur. Material Open Pore Teak juga digunakan di seluruh kabin, termasuk pada waterfall belakang, konsol tengah, dan panel pintu, menghadirkan kesan autentik dek kapal pesiar.

Pada bagian waterfall belakang, Rolls-Royce menyematkan motif kompas marquetry yang terdiri dari lebih dari 40 potongan veneer Sycamore, Teak, Ash, dan Black Bolivar yang dirakit secara manual.

Warisan pelayaran Rolls-Royce

Dok. Rolls-Royce

Interior Cullinan Yachting dibalut kulit Arctic White dan Navy Blue dengan jahitan kontras serta monogram sandaran kepala. Pola rigging khas pada jok dijahit tangan dengan inspirasi tali kapal yang dipilin untuk menciptakan kekuatan struktural. Motif tali juga muncul pada pelat pijakan berpenerangan yang terlihat saat pintu coach terbuka. Setiap unit juga dilengkapi langit-langit Starlight unik dengan kombinasi serat optik statis dan animasi. Polanya terinspirasi peta angin Mediterania yang divisualisasikan secara halus pada atap kabin.

Warna eksterior masing-masing Cullinan Yachting disesuaikan dengan arah mata angin. Varian utara hadir dalam Crystal over Light Blue yang menggambarkan perairan lintang tinggi. Varian selatan menggunakan Crystal over Arabian Blue IV dengan nuansa hangat. Varian timur tampil dalam Dark Silk Teal yang menonjolkan kedalaman laut, sementara varian barat menggunakan Sapphire Gunmetal yang terinspirasi langit badai di atas samudra.

Setiap unit dilengkapi motif kompas yang dilukis tangan pada sayap depan, dengan titik arah berwarna merah serta garis coachline ganda berwarna Phoenix Red dan Arctic White. Velg alloy 22 inci berpolitur penuh melengkapi tampilan yang terinspirasi perlengkapan kapal pesiar modern.

Hubungan Rolls-Royce dengan dunia pelayaran telah terjalin lebih dari satu abad. Dalam bahasa desainnya, garis bawah bodi atau “waft line” terinspirasi langsung dari lambung kapal pesiar yang menciptakan kesan gerak halus. Sejumlah model klasik hingga era Goodwood, termasuk Phantom Drophead Coupé, Spectre, dan komisi coachbuilt Boat Tail, juga mengadopsi elemen desain dari kapal layar balap. Referensi kuat lainnya datang dari kapal layar kelas J era 1930-an yang dikenal memadukan proporsi elegan dan performa tinggi.

Koneksi tersebut juga bersifat personal. Jauh sebelum bertemu Henry Royce, keluarga Charles Rolls memiliki kapal pesiar uap Santa Maria. Setelah lulus dari Cambridge pada 1898, Rolls sempat bertugas sebagai insinyur ketiga di kapal tersebut sebelum menjadi pionir otomotif dan penerbangan.

Catatan perjalanan Santa Maria menunjukkan kapal itu sering berlayar dari pesisir selatan Inggris menuju Mediterania, termasuk ke Napoli, Malta, Aljazair, dan Côte d’Azur—destinasi yang hingga kini menjadi pelabuhan favorit banyak klien Rolls-Royce sekaligus inspirasi utama Cullinan Yachting.

Editorial Team