Antam (ANTM) Tebar Dividen Rp5,04 Triliun, Setara 70% Laba

- Antam membagikan dividen Rp5,04 triliun atau 70% dari laba bersih tahun buku 2025, sementara 30% sisanya disimpan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha.
- Pendapatan Antam tahun 2025 mencapai Rp84,3 triliun naik 22%, dengan laba bersih Rp7,92 triliun didorong peningkatan produksi dan penjualan di segmen nikel, bauksit, serta emas.
- RUPST Antam juga menetapkan perubahan manajemen dengan mengangkat Arina Kasmira sebagai Direktur Keuangan dan Aryanto Wibowo sebagai Komisaris baru.
Jakarta, FORTUNE - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memberikan dividen sebesar Rp5,04 triliun atau setara 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Sementara itu, Rp2,16 triliun atau 30 persen sisanya ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, serta pelaksanaan berbagai proyek strategis perseroan ke depan.
“Keputusan pembagian dividen tersebut didukung oleh binterja operasional dan keuangan ANTAM yang mencatatkan pencapaian terbaik perseroan,” kataDirektur Utama Antam Untung Budiharto dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ANTM, secara daring, Rabu (10/6).
Pada tahun 2025, ANTAM membukukan pendapatan sebesar Rp84,3 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Perseroan juga mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh signifikan Rp106 triliun hingga capaian tahun 2024.
Pertumbuhan laba bersih didorong oleh kinerja operasional yang kiuat di seluruh lini bisnis. Di segmen nikel, produksi perusahaan meningkat 62 persen menjadi 16,11 juta wet metric ton (wmt) dan penjualan mengalami pertumbuhan 75 persen menjadi 14,58 juta wmt.
Sementara itu, di lini bauksit, perseroan membukukan peningkatan produksi 112 persen menjadi 2,83 juta dan penjualan 157 persen menjadi 1,89 juta wmt.
Selain itu, lini bisnis emas juga menjadi salah satu pendorong utama kinerja perusahaan dengan kontribusi sebesar 79 persen. Hal ini yang didorong oleh tingginya permintaan emas domestik akibat kesadaran masyarakat atas investasi di emas. Volume penjualan perusahaan di tahun 2025 tercatat 37 ton.
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST Antam juga menyepakati pergantian manajemen. Pemegang saham merestui pengangkatan Arina Kasmira menjadi Direktur Keuangan Antam menggantikan Arianto Sabtonugroho Rudjito. Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Aryanto Wibowo sebagai Komisaris menggantikan M. Rudy Salahuddin Ramto.






