Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Antam Kebut Hilirisasi Nikel untuk Pengembangan Ekosistem Baterai EV
Direktur Utama Antam Untung Budiharto dalam konferensi pers. Dok Fortune Indonesia
  • Antam fokus mempercepat hilirisasi nikel untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu ke hilir.
  • Perusahaan membagikan dividen Rp5,04 triliun atau 70 persen dari laba bersih 2025, menurun dari payout ratio sebelumnya demi mendukung ekspansi bisnis.
  • Pendapatan Antam tahun 2025 mencapai Rp84,3 triliun dengan laba Rp7,92 triliun, menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengatakan bahwa perusahaan saat ini fokus dalam menjalankan hilirisasi nikel sebagai upaya mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di Indonesia, memperluas sumber pertumbuhan baru, serta memperkuat ketahanan bisnis perseroan di masa yang akan datang,” ujar Direktur Utama Antam Untung Budiharto dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), secara daring, Rabu (10/6).

Untung mengatakan, Antam optimistis dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, negara, dan seluruh pemangku kepentingan melalui fundamental bisnis yang kuat, portfolio komoditas yang beragam, serta dukungan transformasi operasional yang berkelanjutan.

Pada agenda yang sama, Antam juga membagikan dividen sebesar Rp5,04 triliun atau setara 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Untung mengatakan bahwa terdapat penurunan dividen payout ratio dari 100 persen dari laba 2024 menjadi 70 persen dari laba 2025, yang menjadi upaya perseroan untuk mempertahankan keuangan di tengah pengembangan usaha yang ekspansif.

“Maka itu dividennya, walaupun angka nominalnya naik, ada sebagian yang kami simpan untuk membiayai proyek-proyek pengembangan usaha yang mana masa depan Antam ke depannya,” katanya.

Dari sisi kinerja operasional, perseroan juga melakukan optimalisasi portofolio bisnis, serta disiplin dalam mengelola biaya dan investasi. “Kita simpan, kita hemat supaya nanti bisa ada profit yang lebih besar, ini juga align dengan tema transformasi kami, strengthening the core, building the future,” ujar Untung.

Pada tahun 2025, ANTAM membukukan pendapatan sebesar Rp84,3 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh signifikan Rp106 triliun hingga capaian tahun 2024.

Pertumbuhan laba bersih didorong oleh kinerja operasional yang kiuat di seluruh lini bisnis. Di segmen nikel, produksi perusahaan meningkat 62 persen menjadi 16,11 juta wet metric ton (wmt) dan penjualan mengalami pertumbuhan 75 persen menjadi 14,58 juta wmt.

Editorial Team

Related Article