Jakarta, FORTUNE - Jumlah mesin ATM kripto secara global menyusut pada awal 2026. Data terbaru mencatat total perangkat yang beroperasi kini mencapai 38.928 unit, masih berada di bawah ambang 40.000 yang sebelumnya sempat didekati industri.
Berdasarkan data Coin ATM Radar per 29 Maret 2026 yang dikutip dari Bitcoin.com, terjadi pengurangan bersih sebanyak 769 mesin dalam periode tersebut. Pada awal tahun, jumlah ATM kripto sempat turun 139 unit. Memasuki Februari, tercatat penambahan 231 mesin baru.
Pada Maret, tambahan sekitar 80 unit kembali terjadi, namun kenaikan tersebut belum mampu menutup jumlah perangkat yang ditarik dari operasional. Secara keseluruhan, sepanjang kuartal pertama 2026 tercatat penurunan bersih sebanyak 597 mesin ATM kripto.
Data yang sama menunjukkan Amerika Serikat masih mendominasi pasar global. Negara itu mengoperasikan 30.247 mesin atau sekitar 77,7 persen dari total dunia.
Dari sisi aset, Bitcoin tetap menjadi kripto yang paling luas didukung oleh hampir seluruh mesin ATM kripto. Selain Bitcoin, berbagai altcoin juga tersedia di sebagian besar perangkat, dengan dukungan kolektif mencapai 38.910 mesin.
Untuk altcoin secara individual, Ethereum memimpin dengan dukungan di 22.200 lokasi. Posisi berikutnya ditempati Litecoin dengan 21.292 lokasi, disusul Tether yang tersedia di 19.894 lokasi.
Sekitar 91,6 persen mesin ATM kripto hanya melayani transaksi pembelian aset digital. Sementara sisanya mendukung transaksi dua arah, yakni pembelian dan penjualan.
Meski sempat mendekati level 40.000 unit, industri ATM kripto belum mampu menembus batas tersebut. Perkembangan selanjutnya diperkirakan bergantung pada ekspansi operator besar serta kondisi pasar, terutama di Amerika Utara yang masih menjadi pusat utama industri ini.
