Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bakrie & Brothers (BNBR)
Bakrie & Brothers (BNBR) (bakrie-brothers.com)

Intinya sih...

  • Bakrie & Brothers (BNBR) akan meminta restu rights issue melalui RUPSLB akhir Februari 2026.

  • Perseroan berencana menerbitkan hingga 90 miliar saham baru dengan potensi dilusi 33,33 persen.

  • Rights issue dikaitkan dengan penguatan pendanaan pascaakuisisi tol Cimanggis–Cibitung.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir Februari 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Aksi korporasi ini menjadi bagian dari langkah perseroan memperkuat struktur pendanaan pascaakuisisi jalan tol Cimanggis–Cibitung.

Corporate Secretary BNBR, Christofer A. Uktolseja, menyampaikan bahwa RUPSLB akan diselenggarakan pada 27 Februari 2026.

Persetujuan pemegang saham menjadi prasyarat utama sebelum perseroan menyampaikan pernyataan pendaftaran rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan melanjutkan proses penerbitan saham baru.

Rencana penerbitan 90 miliar saham baru

Dalam rencana tersebut, Bakrie & Brothers berpotensi menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru Seri E yang berasal dari saham portepel.

Saham baru ini memiliki nilai nominal Rp12 per saham dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini, jumlah saham beredar BNBR mencapai 173,42 miliar saham. Dengan demikian, pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 33,33 persen.

Harga pelaksanaan rights issue akan diumumkan lebih lanjut setelah memperoleh persetujuan RUPSLB dan pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK.

Perseroan juga menegaskan bahwa seluruh rencana tersebut masih bersifat usulan dan tunduk pada persetujuan pemegang saham serta efektivitas pernyataan pendaftaran dari regulator pasar modal.

Alokasi dana untuk penguatan pendanaan dan modal kerja

Manajemen BNBR menjelaskan bahwa dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi dan pengeluaran lain, akan digunakan untuk pembayaran kewajiban perseroan dan/atau entitas anak kepada kreditur.

Selain itu, dana juga dialokasikan untuk mendukung modal kerja serta pengembangan usaha BNBR dan entitas anaknya.

Penggunaan dana akan disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan modal yang optimal. Manajemen memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan alokasi dana dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kinerja perseroan, serta faktor-faktor lain yang dianggap relevan.

Langkah penambahan modal ini diposisikan sebagai bagian dari optimalisasi struktur pendanaan, khususnya setelah perseroan memperluas eksposur di sektor infrastruktur jalan tol.

Akuisisi tol Cimanggis–Cibitung jadi latar belakang

Rights issue BNBR tidak terlepas dari akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) yang dirampungkan pada akhir November 2025.

Melalui anak usaha PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), BNBR mengakuisisi 90 persen saham CCT dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Waskita Toll Road (WTR) dengan nilai transaksi Rp3,56 triliun.

Sebelum akuisisi penuh tersebut, BTI telah menguasai 10 persen saham CCT. Dengan pengambilalihan mayoritas kepemilikan, BNBR kini mengendalikan aset jalan tol yang menjadi bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2.

CCT mencatatkan lalu lintas harian rata-rata sekitar 42.760 kendaraan per November 2025, dengan pendapatan harian sekitar Rp2,3 miliar.

Jadwal dan respons pasar

RUPSLB BNBR dijadwalkan berlangsung pada 27 Februari 2026 pukul 14.00 WIB. Investor yang ingin menggunakan hak suaranya harus tercatat sebagai pemegang saham pada tanggal pencatatan (recording date) 2 Februari 2026.

Di sisi pasar, saham BNBR ditutup melemah 9,4 persen ke level Rp212 pada perdagangan Senin (19/1). Meski demikian, dalam periode satu tahun terakhir, harga saham Bakrie & Brothers telah melonjak lebih dari 450 persen, mencerminkan volatilitas sekaligus tingginya perhatian investor terhadap rencana korporasi perseroan.

FAQ seputar BNBR siap rights issue jelang RUPSLB

Kapan RUPSLB Bakrie & Brothers akan digelar?

RUPSLB BNBR dijadwalkan pada 27 Februari 2026.

Berapa jumlah saham yang akan diterbitkan dalam rights issue BNBR?

BNBR berpotensi menerbitkan hingga 90 miliar saham baru Seri E.

Untuk apa dana hasil rights issue digunakan?

Dana akan digunakan untuk pembayaran kewajiban, modal kerja, dan pengembangan usaha perseroan serta entitas anak.

Editorial Team