Jakarta, FORTUNE -PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) meningkatkan penyertaan modalnya pada entitas anak, PT Industri Pameran Nusantara (IPN). Nilai suntikan modal tersebut mencapai Rp250 miliar.
Dalam keterbukaan informasinya, anak usaha dari PT Pantai Indah Kapuk 2 Tbk (PANI) tersebut menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan strategis. Dana segar digelontorkan untuk memperkuat struktur permodalan dan kapasitas keuangan IPN.
Tujuan utamanya adalah mendukung kegiatan operasional serta pengembangan lanjutan fasilitas Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) yang direalisasikan melalui proyek Nusantara International Convention & Exhibition (NICE).
Sekretaris Perusahaan CBDK, Yohanes Edmond Budiman, menegaskan aksi korporasi ini berorientasi pada keberlanjutan bisnis jangka panjang.
“Melalui penguatan permodalan IPN, perseroan berupaya memastikan keberlanjutan operasional, optimalisasi kinerja, serta pengembangan jangka panjang fasilitas tersebut sebagai bagian dari strategi perseroan dalam menciptakan nilai tambah yang berkesinambungan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujar Yohanes dalam keterbukaan informasi, Senin (26/1).
Secara teknis, dalam penambahan modal tersebut, IPN menerbitkan 14.705.883 saham seri B baru. Saham ini memiliki nilai nominal Rp17.000 per lembar, yang seluruhnya diambil bagian atau diserap oleh perseroan.
Setelah penyetoran modal sebesar Rp250 miliar tersebut rampung, kepemilikan CBDK di tubuh IPN semakin dominan menjadi 149.741.558 saham seri B. Angka ini setara dengan 99,993 persen dari total modal ditempatkan dan disetor IPN.
Sebagai konteks, NICE merupakan fasilitas MICE andalan grup yang telah mulai beroperasi pada akhir Agustus 2025. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi katalis utama dalam pengembangan Central Business District PIK2 (CBD PIK2).
Selain memperkuat ekosistem bisnis, operasionalisasi NICE diproyeksikan mampu mendorong aktivitas ekonomi secara berkelanjutan di kawasan mandiri PIK2.
Manajemen perseroan juga memastikan bahwa peningkatan modal ini tidak memberikan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan saat ini.
Sebaliknya, transaksi ini diharapkan dapat memperkokoh pengembangan ekosistem CBD PIK2, sehingga mampu meningkatkan kualitas portofolio perseroan secara berkelanjutan di masa depan.
