Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BCA Buyback Saham pada 19–21 Oktober 2026, Siapkan Rp5 Triliun
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) (bca.co.id)

  • BCA melanjutkan buyback saham pada 19–21 Oktober 2026, sebagai bagian program 12 bulan yang berlaku sejak 12 Maret 2026.

  • Program buyback telah disetujui RUPST dengan nilai maksimum Rp5 triliun.

  • BCA menyatakan buyback mencerminkan keyakinan pada fundamental bisnis dan mendukung stabilitas pasar, di tengah saham BBCA turun 14,81 persen pada 16 Oktober lalu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali melakukan pembelian kembali saham (buyback) pada 19–21 Oktober 2026. Aksi korporasi ini bertujuan menunjukkan keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnisnya sekaligus mendukung stabilitas pasar modal Indonesia.

Program buyback tersebut telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026. BCA juga telah merealisasikan pembelian kembali saham dalam dua tahap pada April dan Juni 2026.

Jadwal buyback saham BCA

BCA menetapkan periode buyback selama 12 bulan, terhitung sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027. Dalam periode tersebut, perseroan dapat melakukan pembelian saham secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui pengumuman resmi pada Senin (19/10), manajemen BCA memastikan pembelian saham pada Oktober berlangsung selama tiga hari, yakni 19–21 Oktober 2026.

“Aksi korporasi ini merupakan lanjutan dari realisasi program buyback saham yang sebelumnya dilaksanakan pada April dan Juni 2026 lalu,” tulis manajemen BCA.

Meski dijadwalkan berakhir pada Maret 2027, BCA dapat menghentikan program lebih awal dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Nilai buyback saham BCA mencapai Rp5 triliun

Dalam keputusan RUPST Tahun Buku 2025, BCA menetapkan nilai maksimum buyback sebesar Rp5 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya. Persetujuan tersebut menjadi dasar pelaksanaan program sepanjang periode yang telah ditentukan.

Dengan adanya batas waktu hingga Maret 2027, pembelian kembali saham dapat dilakukan dalam beberapa tahap. Pelaksanaan pada April, Juni, dan Oktober merupakan bagian dari program yang sama.

Manajemen BCA menyatakan pelaksanaan buyback tidak menimbulkan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan. Dalam menentukan pelaksanaannya, BCA akan mempertimbangkan perkembangan dan dinamika pasar modal.

Selain itu, perseroan berkomitmen menjalankan program sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Prinsip tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan selama proses pembelian kembali saham.

BCA juga memiliki opsi untuk mengakhiri program sebelum periode yang ditetapkan berakhir. Keputusan tersebut tetap harus mempertimbangkan kondisi pasar dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Alasan BCA melanjutkan buyback

BCA menyatakan pembelian kembali saham dilakukan sebagai bentuk keyakinan terhadap fundamental bisnis perseroan sekaligus mendukung stabilitas pasar modal Indonesia.

“Buyback juga menjadi wujud keyakinan BCA atas fundamental bisnis Perseroan, sekaligus untuk mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia,” tulis manajemen BCA dalam keterangan resminya.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong juga menyampaikan alasan serupa ketika perseroan menjalankan program tersebut pada April 2026.

“Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan wujud keyakinan kami atas fundamental bisnis Perseroan,” ujar Hendra Lembong dalam pernyataan resminya pada April 2026.

Di sisi lain, aksi buyback berlangsung di tengah tekanan terhadap harga saham BBCA. Pada Jumat (16/10), saham BBCA anjlok 14,81 persen dan ditutup pada level Rp5.175 per saham setelah menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Tekanan berlanjut pada pembukaan perdagangan Senin (19/10). Saham BBCA kembali menyentuh ARB setelah turun 6,86 persen ke level Rp4.820 per saham.

FAQ seputar Bank BCA buyback saham

Kapan BCA melakukan buyback saham pada Oktober 2026?

Buyback dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Oktober 2026.

Berapa nilai maksimum buyback saham BCA?

Nilai maksimum program buyback mencapai Rp5 triliun, termasuk biaya terkait.

Sampai kapan periode buyback BCA berlangsung?

Program berlangsung hingga 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih cepat sesuai ketentuan.

Mengapa BCA melanjutkan buyback saham?

BCA menyebut buyback sebagai bentuk keyakinan terhadap fundamental bisnis dan upaya mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article