BCA menyatakan pembelian kembali saham dilakukan sebagai bentuk keyakinan terhadap fundamental bisnis perseroan sekaligus mendukung stabilitas pasar modal Indonesia.
“Buyback juga menjadi wujud keyakinan BCA atas fundamental bisnis Perseroan, sekaligus untuk mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia,” tulis manajemen BCA dalam keterangan resminya.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong juga menyampaikan alasan serupa ketika perseroan menjalankan program tersebut pada April 2026.
“Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan wujud keyakinan kami atas fundamental bisnis Perseroan,” ujar Hendra Lembong dalam pernyataan resminya pada April 2026.
Di sisi lain, aksi buyback berlangsung di tengah tekanan terhadap harga saham BBCA. Pada Jumat (16/10), saham BBCA anjlok 14,81 persen dan ditutup pada level Rp5.175 per saham setelah menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).
Tekanan berlanjut pada pembukaan perdagangan Senin (19/10). Saham BBCA kembali menyentuh ARB setelah turun 6,86 persen ke level Rp4.820 per saham.
Kapan BCA melakukan buyback saham pada Oktober 2026? | Buyback dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Oktober 2026. |
Berapa nilai maksimum buyback saham BCA? | Nilai maksimum program buyback mencapai Rp5 triliun, termasuk biaya terkait. |
Sampai kapan periode buyback BCA berlangsung? | Program berlangsung hingga 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih cepat sesuai ketentuan. |
Mengapa BCA melanjutkan buyback saham? | BCA menyebut buyback sebagai bentuk keyakinan terhadap fundamental bisnis dan upaya mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia. |