Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Belum Ada Tanda Perang Berakhir, IHSG Diproyeksi Melaju Konsolidatif
Proyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, FORTUNE - Setelah ditutup menurun 0,37 persen ke level 7.362,1, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melaju dalam fase konsolidasi atau sideways menjelang libur panjang lebaran.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, memproyeksikan IHSG hari ini bergerak di antara area support di 7.200 sampai 7.300 dan resisten di 7.400 sampai 7.500.

"Tekanan terhadap pasar dipengaruhi oleh eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi global serta risiko pelebaran defisit fiskal dan neraca migas Indonesia," kata Reza dalam riset hariannya.

Tim BRIDS menyoroti daftar saham berikut ini pada perdagangan hari ini: AADI, ESSA, dan OILS.

Kemarin, walaupun indeks acuan saham terkoreksi, investor asing masih membukukan net buy senilai Rp905 miliar. Khususnya pada saham-saham energi dan perbankan, dengan akumulasi terbesar pada saham ADRO, AADI, BMRI, ITMG, dan BBCA.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menambahkan, laporan terjadinya serangan terhadap beberapa kapal tanker di sekitar Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak mentah (12/3). Laporan itu muncul tidak lama setelah IEA mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah dalam skala terbesar dalam sejarahnya.

Tidak ada tanda-tanda deeskalasi di Teluk Persia membuat harga minyak mentah tetap diperdagangkan di harga tinggi, karena belum terlihat tanda-tanda akan berakhir gangguan aliran minyak di Selat Hormuz. "Keputusan IEA juga memberikan sinyal bahwa tingginya  risiko gangguan suplai minyak, serta menunjukkan bahwa IEA tidak percaya perang ini akan segera berakhir," demikian menurut tim riset Phintraco Sekuritas.

Akibat masih tingginya ketidakpastian terkait kapan perang itu akan berakhir, risiko akan dampaknya terhadap penguatan inflasi dan perlambatan ekonomi global semakin meningkat. Dus, secara teknikal, diperkirakan IHSG bergerak sideways cenderung melemah. IHSG diperkirakan akan menguji level support 7.250-7.300.

Saham-saham yang masuk dalam sorotan tim Phintraco Sekuritas hari ini, yakni: BBCA, ICBP, ISAT, AADI, dan ESSA.

Editorial Team