Jakarta, FORTUNE – Bitcoin pada perdagangan Senin (28/3) mencapai harga tertinggi dalam beberapa bulan terakhir pada US$47.105, demikian data dari investing. Itu berarti nilainya naik 4,8 persen ketimbang US$41.031 pada pekan sebelumnya. Dibandingkan posisi bulan lalu (month-to-month/mtm), harga aset digital tersebut tumbuh 9,0 persen dari US$43.202 sebelumnya.
"Harga di atas $45.000 memberikan lebih banyak kepercayaan bahwa pembalikan sedang terjadi. Tetapi, kami sarankan untuk berhati-hati karena langkah itu sebagian didorong oleh kemajuan saham,” kata Lennard Neo, kepala penelitian di Stack Funds, seperti dikutip dari CoinDesk, Selasa (29/3).
Sejak bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin, pasar saham terlihat positif. Menurut data dari Trading View, indeks S&P 500 yang menjadi acuan pasar saham AS, misalnya, telah melonjak 5,9 persen.
Namun, menurut Neo, pelaku pasar diperkirakan akan melakukan aksi ambil untung di sekitar level psikologis US$50 ribu. "Tidak akan mengejutkan bagi kami melihat aksi ambil untung pada level tersebut oleh para pedagang jangka pendek yang melakukan aksi beli dalam beberapa minggu terakhir," katanya.