Jakarta, FORTUNE - Bank asal Prancis, BNP Paribas, memperkenalkan enam produk investasi berbasis kripto dalam bentuk Exchange-Traded Notes (ETN) bagi nasabah ritel di Prancis mulai April 2025. Instrumen tersebut dikaitkan dengan dua aset digital terbesar, yakni Bitcoin dan Ethereum.
Melansir CoinMarketCap, langkah ini dinilai sebagai momentum penting bagi industri keuangan di Eropa. Sebagai bank terbesar kedua di Prancis, kebijakan BNP Paribas mencerminkan perubahan signifikan dalam cara lembaga keuangan tradisional memandang aset digital.
Relasi antara sektor perbankan dan kripto memang mengalami pergeseran dalam beberapa tahun terakhir. Pada fase awal, banyak bank global bersikap hati-hati bahkan membatasi penggunaan aset digital karena volatilitas tinggi serta ketidakjelasan regulasi. Namun, sejak 2020 situasi mulai berubah, terutama setelah Uni Eropa menghadirkan kerangka aturan yang lebih jelas melalui MiCA Regulation yang berlaku penuh pada 2024.
BNP Paribas sebelumnya telah mengeksplorasi teknologi blockchain, khususnya untuk pembiayaan perdagangan dan sistem penyelesaian transaksi. Peluncuran ETN ini menandai langkah yang lebih langsung dengan menyasar investor ritel.
Analis menilai keputusan tersebut juga dipengaruhi perubahan profil investor. Generasi yang lebih muda dinilai semakin tertarik pada aset digital, sehingga tanpa inovasi, bank berpotensi kehilangan nasabah ke platform fintech maupun bursa kripto.
Alih-alih menawarkan kepemilikan kripto secara langsung, BNP Paribas memilih struktur ETN. Melalui pendekatan ini, investor tetap memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga kripto tanpa harus mengelola private key, sekaligus menekan risiko operasional bagi pihak bank. Model tersebut dinilai sejalan dengan karakter konservatif industri perbankan, namun tetap membuka ruang inovasi.
Sejumlah analis memandang langkah BNP Paribas sebagai sinyal legitimasi yang kuat bagi industri kripto. “Ketika bank sebesar BNP Paribas masuk ke pasar kripto ritel, ini menjadi cap legitimasi yang sangat kuat,” ujar Clara Dubois, analis fintech di Paris.
Data European Central Bank menunjukkan minat investor terhadap aset alternatif terus meningkat. Survei pada 2024 mencatat sekitar 18 persen investor di Prancis tertarik pada kripto, tetapi masih menahan diri karena faktor keamanan. Kehadiran produk ETN dinilai dapat menjawab kekhawatiran tersebut dengan menghadirkan instrumen yang lebih familier dan terstruktur.
Peluncuran produk ini juga telah memperoleh persetujuan dari Autorité des Marchés Financiers (AMF) selaku otoritas pasar keuangan Prancis. BNP Paribas menegaskan penerapan transparansi harga, kepatuhan terhadap aturan anti pencucian uang (AML), serta mekanisme Know Your Customer (KYC) dalam layanan tersebut.
Ke depan, bank berencana memperluas penawaran ini ke sejumlah pasar lain, termasuk Swiss, Jerman, dan kawasan Benelux. Jika implementasinya berhasil, langkah tersebut berpotensi diikuti oleh bank besar lain seperti Société Générale dan Deutsche Bank.
