Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bursa Kripto ICEx Resmi Dirilis, Jalin Kerja Sama dengan Dunamu Korsel
Peluncuran ICEx di Jakarta, Kamis (2/4). (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)

Jakarta, FORTUNE - Indonesia Crypto Exchange (ICEx) Group resmi diluncurkan, Kamis (2/4), sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) aset digital.

Dalam ICEx Group, terdapat tiga entitas terintegrasi, yang mencakup: ICEx selaku bursa, Crypto Asset Clearing International (CACI) selaku lembaga kliring, dan International Crypto Custodian (ICC) selaku kustodian. Modal dasar perusahaan mencapai Rp1 triliun dari para pemegang saham yang juga anggota bursa.

Sejalan dengan itu, ICEx mengumumkan peluang kolaborasi dengan Dunamu yang bermarkas di Korea Selatan (Korsel). "Kami menandatangani MoU untuk mengeksplorasi bagaimana Indonesia bisa lanjut berkembang supaya Indonesia bisa menjadi hub kripto untuk Asia Tenggara," kata Group CEO ICEx, Pang Xue Kai dalam Grand Launching ICEx di Jakarta, Kamis.

Sebagai konteks, Dunamu merupakan perusahaan teknologi finansial yang mengelola Upbit, salah satu exchange aset digital raksasa di negaranya.

Melalui kemitraan itu, Upbit akan menyokong pertumbuhan ekonomi aset digital Indonesia lewat teknologi platform inti dan keahlian operasional. Selain itu, kolaborasi tersebut juga akan menggali inovasi di bidang-bidang seperti solusi penyimpanan aset serta memperkuat teknologi regulasi untuk meningkatkan pengawasan, kepatuhan, dan pelaporan.

"Kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk mendorong ekosistem aset digital yang teregulasi dengan baik secara global," ujar CEO Dunamu, Kyoungsuk Oh dalam keterangannya.

Terkait ICEx, saat ini perusahaan beroperasi dengan didukung pendanaan strategis senilai Rp1 triliun. Para pemegang saham dan PAKD (Pedagang Aset Keuangan Digital) di dalam ekosistemnya, antara lain: PT Aethera Inovasi Digital, PT Finora Integrasi Nusantara, PT Regnum Sukses Utama, PT Volaris Visi Karya, PT Vita Nova Global, FLOQ, Mobee Indonesia, OSL Indonesia, Reku, Samuel Kripto Indonesia, Tokocrypto, Triv, Upbit Indonesia, dan Nanovest.

Setelah resmi dirilis, perusahaan akan berfokus pada masa transisi, termasuk memproses onboarding ke-11 PAKD. "Kami sedang bekerja sama dengan PAKD, dengan Otoritas Jasa Keuangan, dan asosiasi supaya bisa memastikan periode transisi untuk nasabah-nasabah di pihak PAKD tidak terdampak selama transisi," ujar Kai.

Dari segi strategi, ICEx akan fokus pada opsi inovasi produk-produk sintetis seperti derivatif dengan order book yang lebih bervariasi.

Editorial Team