Jakarta, FORTUNE - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau Chandra Asri Group resmi mengumumkan tuntasnya pengambilalihan jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Esso di Singapura. Langkah tersebut memperkokoh posisi perusahaan sebagai pemimpin solusi energi, kimia, dan infrastruktur di kawasan Asia Tenggara.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (2/1), emiten berkode saham TPIA tersebut menyatakan seluruh persetujuan regulasi serta ketentuan penutupan transaksi kini telah terpenuhi. Penyelesaian aksi korporasi ini menandai babak baru dalam ekspansi regional perseroan.
“Penyelesaian transaksi ini merupakah langkah lanjutan dalam strategi Chandra Asri Group untuk membangun platform infrastruktur energi yang terintegrasi dan tangguh,” demikian manajemen TPIA melalui pernyataan resminya.
Grup usaha ini berkomitmen terus mengejar peluang pertumbuhan yang selaras dengan tujuan bisnis jangka panjang. Melalui akuisisi tersebut, TPIA berfokus pada penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.
Terkait aspek operasional, Chandra Asri memastikan tidak akan ada perubahan signifikan yang mengganggu kenyamanan pelanggan. Merek Esso akan tetap digunakan pada jaringan SPBU tersebut, dengan pasokan bahan bakar yang terus disuplai oleh ExxonMobil.
Tak hanya itu, perseroan juga akan menyerap seluruh staf ExxonMobil yang sebelumnya mengelola bisnis tersebut di Singapura. Seluruh poin serta kartu loyalitas pelanggan juga dipastikan tetap berlaku tanpa ada perubahan kebijakan.
Keberhasilan akuisisi ini didukung oleh solusi pembiayaan khusus dari perusahaan investasi global, KKR Capital Markets. TPIA memperoleh paket pendanaan senilai US$750 juta atau setara lebih dari Rp12,55 triliun melalui dukungan platform kredit dan asuransi swasta KKR.
Saat ini, Chandra Asri Group memiliki pilar aset yang kuat di kawasan. Di Singapura, perseroan mengoperasikan kilang berkapasitas 237.000 barel per hari serta cracker etilena dengan kapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun yang berlokasi di Pulau Bukom.
Sementara di Indonesia, TPIA memiliki satu-satunya cracker nafta nasional di Cilegon yang berkapasitas 0,9 juta metrik ton per tahun. Seluruh lini bisnis ini didukung oleh infrastruktur inti yang mencakup penyediaan energi, air, fasilitas pelabuhan, hingga logistik dan penyimpanan.
