Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat walaupun masih terbatas pada perdagangan Rabu (6/5).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, proyeksi itu didasari oleh analisis teknikal. Ia memprediksi laju IHSG berkisar antara target resisten terdekat di level 7.100 dan 7.160.
"Di tengah adanya euforia rilis data ekonomi yang diatas ekspetasi, saham-saham perbankan dan konglomerasi diproyeksi akan menjadi tulang punggung IHSG dalam waktu dekat," kata Reza dalam riset hariannya.
Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah RAJA, PADI, dan GZCO.
Pada perdagangan terakhir, IHSG mampu untuk rebound dan menguat sebesar 1,22 persen menuju level 7.057 dengan net foreign sell Rp317M di pasar reguler. Terdapat beberapa sentimen pendorong kenaikan IHSG ini di antaranya rilis data PDB yang tumbuh 5,61% persen pada kuartal-I 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, menandai laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal ketiga 2022.
"Pertumbuhan ini melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,30 persen dan juga mengalami akselerasi dari ekspansi 5,39 persen yang tercatat pada kuartal-IV 2025 yang membuat IHSG mampu rebound di atas level 7.000," ujar Reza.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas mencatat, penguatan IHSG kemarin didorong oleh kenaikan pada saham-saham konglomerasi dan perbankan. Secara teknikal, Stochastic RSI mengindikasikan terjadinya reversal dari area oversold. Hal ini didukung oleh histogram negatif MACD yang mulai menyempit.
"Sehingga secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 7.100-7.150," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 0,77 persen QoQ pada kuartal-I 2026 dibandingkan dengan pertumbuhan 0,86 persen QoQ di kuartal-IV 2025. Namun lebih baik dibandingkan estimasi yang sebesar –0,97 persen (QoQ). Secara historis pertumbuhan PDB secara QoQ pada kuartal-I cenderung berkontraksi dibandingkan dengan kuartal-IV.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menambahkan, dalam rangka menjaga stabilitas sektor jasa keuangan untuk keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional, OJK memantau kinerja sektor jasa keuangan secara intensif. OJK juga rutin menggelar stress test melalui berbagai skenario.
OJK juga memperpanjang kebijakan buyback saham tanpa melalui RUPS. Kebijakan ini akan berlaku hingga September 2026. Selain itu OJK juga menunda implementasi transaksi short selling.
"Kebijakan OJK ini diharapkan dapat menjadi faktor positif bagi pergerakan pasar di tengah ketidakpastian yang meningkat," kata tim Phintraco.
Daftar saham pilihan tim Phintraco Sekuritas hari ini adalah SSIA, RAJA, CUAN, CDIA dan BBRI.
