Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR)
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) (itsec.asia)

Intinya sih...

  • Direktur ITSEC (CYBR) Bima Kurniawan meninggal dunia pada 14 Februari 2026.

  • Perubahan direksi akan diputuskan melalui RUPS.

  • CYBR mencatat laba bersih Rp11,5 miliar hingga kuartal III-2025.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Direktur ITSEC (CYBR) meninggal dunia pada Sabtu (14/2). Kabar tersebut disampaikan manajemen PT ITSEC Asia Tbk melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Bersama ini memberitahukan bahwa pada hari Sabtu, tanggal 14 Februari 2026, Bapak Bima Kurniawan selaku Direktur Perseroan telah meninggal dunia,” ujar manajemen perseroan dalam pernyataan resminya, Rabu (18/2).

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) merupakan emiten sektor teknologi dengan bidang usaha utama aktivitas konsultasi keamanan informasi. Perusahaan ini tercatat dalam subsektor Perangkat Lunak dan Jasa TI serta industri Jasa dan Konsultan TI.

Jadwal RUPS untuk perubahan susunan direksi

Manajemen menyatakan posisi yang ditinggalkan mendiang akan diputuskan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, “Perubahan susunan pengurus atas posisi jabatan almarhum akan dilakukan oleh Perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham yang akan mendatang.”

Direktur ITSEC Asia, Doni Mora, juga menyampaikan pernyataan serupa. “Perseroan memberitahukan bahwa Bima Kurniawan selaku Direktur Perseroan telah meninggal dunia,” tulisnya.

Dengan demikian, perubahan struktur manajemen akan mengikuti ketentuan tata kelola perusahaan terbuka, melalui persetujuan pemegang saham dalam forum RUPS.

Profil Bima Kurniawan

Bima Kurniawan menjabat sebagai Direktur ITSEC sejak 7 Maret 2023. Ia bergabung dengan perseroan sejak 2019 sebelum kemudian menduduki posisi direksi pada November 2023.

Berdasarkan profil resmi perusahaan, Bima memperoleh gelar Diploma dari Ambarrukmo Palace Tourism Academy (AMPTA) pada 1993. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sejumlah posisi strategis, antara lain Director of Business Development di HIT Corporation (2014–2019), Sales Director di PT Hexaon Business Mitrasindo (2018–2019), serta Executive Director di PT Mitra Infosarana (2012–2013).

Pengalaman lainnya mencakup posisi Business Dev Director di PT Infosys Solusi Terpadu (2011–2012), Director of Sales di PT Asia Technology Services (2009–2011), Asisten Direktur di PT Anabatic Teknologi (2004–2009), dan Account Manager di Abimata Persada (2002–2004).

Kinerja dan kontrak strategis CYBR

Di tengah kabar duka tersebut, kinerja keuangan perseroan menunjukkan perbaikan signifikan. Hingga kuartal III-2025, CYBR membukukan laba bersih sebesar Rp11,5 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp42,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perubahan tersebut mencerminkan lonjakan 1.247 persen secara tahunan, dengan laba bersih per saham tercatat Rp1,72.

Sebelumnya, perseroan juga memperoleh kontrak senilai 60 juta dolar AS atau sekitar Rp1,01 triliun (kurs Rp16.883) sebagai penyelenggara pelatihan keamanan siber dan akal imitasi (AI). Kontrak tersebut diperoleh dari PT Republik Technetronic Nusantara, yang merupakan penyedia layanan bagi Kementerian Pertahanan.

Dalam perjanjian itu, anak usaha perseroan, PT ITSEC Cyber Academy, ditunjuk sebagai pelaksana program pelatihan selama empat tahun.

Profil dan posisi ITSEC di industri

ITSEC merupakan perusahaan keamanan siber yang terdaftar di BEI dengan kode saham “CYBR” dan memiliki lebih dari 350 karyawan yang tersebar di lima negara di kawasan Asia Pasifik.

Perusahaan menyediakan layanan konsultasi keamanan, integrasi solusi keamanan, serta layanan keamanan terkelola. Layanannya mencakup perlindungan infrastruktur TI, kepatuhan regulasi perlindungan data, hingga pengamanan infrastruktur kritikal.

ITSEC juga memiliki pengalaman dalam proyek keamanan siber lintas sektor, termasuk keuangan, telekomunikasi, energi, transportasi, dan manufaktur, serta pengamanan teknologi operasional (OT) dan Industrial IoT (IIoT).

Pada penutupan perdagangan 18 Februari 2026, saham CYBR berada di level Rp1.515 per lembar, naik Rp10 dibanding hari perdagangan sebelumnya pada 13 Februari 2026. Pergerakan tersebut tidak menunjukkan fluktuasi signifikan setelah pengumuman.

Direktur ITSEC (CYBR) meninggal dunia menjadi informasi material yang telah disampaikan kepada publik, sementara perubahan susunan direksi akan ditetapkan melalui RUPS mendatang sesuai ketentuan yang berlaku.

FAQ seputar Direktur ITSEC (CYBR) meninggal dunia

Kapan Direktur ITSEC (CYBR) meninggal dunia?

Bima Kurniawan meninggal dunia pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Bagaimana pengisian posisi direksi yang kosong?

Perubahan susunan pengurus akan diputuskan melalui RUPS mendatang.

Bagaimana kinerja terbaru CYBR?

Hingga kuartal III-2025, CYBR membukukan laba bersih Rp11,5 miliar.

Editorial Team