Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada Rabu (23/4), setelah ditutup naik 1,43 persen ke level 6.538,26.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan IHSG berhasil menembus di atas fraktal 6.510 pada hari Selasa. Dengan demikian, IHSG berpeluang melanjutkan tren naik menuju 6.557 atau bahkan mendekati 6.663 sebagai resisten berikutnya. "Apabila masih bergerak di atas level 6.406 sebagai support terdekat," kata Ivan dalam riset hariannya.
Level support IHSG berada di 6.406, 6.317, dan 6.148. Sementara level resistennya di 6.557, 6.663, 6.707, dan 6.818. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish.
Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini bergerak di kisaran 6.500 dan 6.560. Daftar saham pilihan mereka, meliputi: INDF, INKP, ISAT, KLBF, dan MBMA.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG melaju di kisaran support 6.400, pivot 6.500, dan resisten 6.600. Saham-saham yang mereka soroti adalah BMRI, BBRI, SMGR, INKP, dan UNVR.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy K menjelaskan, IHSG tutup di atas resisten level 6.500 pada Selasa (22/4). Penguatan itu mendorong pelebaran positive slope pada MACD, meski Stochastic RSI berada pada overbought area (22/4). Saham-saham energi dan yang terkait dengan emas menjadi penggerak utama IHSG.
"Reli harga emas menopang penguatan emiten-emiten terkait komoditas emas," ujar Valdy dalam risetnya.
Sementara saham-saham energi ditopang oleh 2 faktor, ekspektasi berlanjutnya rebound harga minyak (pengaruh sanksi terhadap Iran) dan batu bara (pengaruh potensi peningkatan permintaan dampak ekspektasi de-eskalasi perang tarif AS dengan Tiongkok), serta ekspektasi dividen dengan yield besar pada saham-saham energi tersebut.
Valdy menilai, dengan koreksi harga emas yang masih terjadi, penguatan harga saham terkait emas mungkin lebih terbatas (23/4).
Sementara isu dividen dan ekspektasi pemulihan permintaan masih akan menopang penguatan harga saham-saham energi. Investor disarankan mencermati peluang masuk kembali ke saham-saham bank yang cenderung menguji support level pascatanggal cum dividen.