Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
PT Rukun Raharja Tbk
PT Rukun Raharja Tbk (raja.co.id)

Intinya sih...

  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) siapkan Rp250 miliar untuk buyback saham perseroan.

  • Buyback dilakukan seiring kondisi IHSG yang tertekan, dengan dana berasal dari saldo kas internal perseroan.

  • Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal yang ditempatkan perseroan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Emiten milik Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana melakukan pembelian kembali saham perseroan atau buyback saham dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp250 miliar.

Aksi ini dilakukan seiring dengan fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak kemarin. Hingga (29/1) pukul 10:32 WIB, IHSG terjun bebas 7,40 persen ke level 7.709.

"Perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham yang ditempatkan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan," demikian tertulis dalam keterbukaan informasi.

Manajemen RAJA mengungkapkan, dana buyback berasal dari saldo kas internal perseroan yang disisihkan, sehingga harapannya tidak akan mengganggu operasional dan kinerja usaha ke depan.

Dana tersebut akan mencakup biaya transaksi, biaya perantara perdagangan, serta berbagai biaya lain yang timbul terkait pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Periode pemblian akan dilakukan dalam jangka Waktu paling lama tiga bulan setelah dipulikasikannya informasi ini, yakni mulai 29 Januari sampai 28 April 2028.

Dalam aksi korporasi ini, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20 dari jumlah modal yang ditempatkan perseroan dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 persen.

Meski sudah mengumumkan aksi buyback, hingga pukul 11:42 WIB, saham RAJA masih merah dengan penurunan sekitar 14,60 persen di level Rp3.920 per saham.

Hingga kuartal III-2025, laba bersih RAJA tercatat US$17,7 juta atau sekitar Rp294 miliar. Jumlah itu menurun 8,76 persen secara tahunan akibat beban operasional yang membengkak menjadi US1$6 juta, padahal pendapatan bersih meningkat tiga persen menjadi US$196 juta.

Dari sisi neraca, RAJA mencatat kas dan setara kas mencapai US$95 juta, melonjak dua kali lipat dari posisi akhir 2024 yang sebesar US$44,3 juta.

Editorial Team

EditorEkarina .