Jakarta, FORTUNE - Emiten terafiliasi Low Tuck Kwong yang menggarap pertambangan batu bara, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mendiversifikasi usahanya ke sektor properti. Perseroan menggandeng PT Trasindo Murni Perkasa membentuk anak usaha baru dengan nama PT Sentra Terra Indonesia (STI) pada 23 Januari 2026.
Dalam pembentukan perusahaan tersebut, Manajemen MYOH menjelaskan bahwa pihaknya akan menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 2.697.300 saham atau setara 99,9 persen dari total modal ditempatkan dan disetor STI. Nominal yang digelontorkan dalam hal ini sebesar Rp269,73 miliar.
Adapun sisanya, PT Trasindo Murni Perkasa memegang 0,1 persen atau sebesar 2.700 saham, dengan nilai Rp270 juta. Dengan demikian, total saham STI sebanyak 2.700.000 atau setara Rp270 miliar.
"STI akan melakukan kegiatan usaha di bidang real estat, konstruksi, penyediaan makanan dan minuman, serta aktivitas penunjang lainnya," demikian tertulis dalam ketrbukaan informasi BEI, Senin (26/1).
Manajemen MYOH meyakini bahwa pembentukan STI akan memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis perseroan. Adapun laporan keuangan STI akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan perseroan.
Pendirian usaha ini juga merupakan transaksi afiliasi namun dikecualikan dari kewajiban pengumuman an persetujuan pemegang aham ndependen karena merupakan penyertaan modal kepada perusahaan terkendali.
Di samping itu, hal ini tidak dikategorikan transaksi material karena nilai penyertaan modalnya tidak melebihi 20 persen dari ekuitas perusahaan.
Pasca pengumuman tersebut, pada perdagangan pukul 12:33 WIB, saham MYOH bertengger di zona hijau di level Rp1.475 per saham. Angka tersebut naik 3,15 persen dalam sehari.
Hingga kuartal ketiga 2026, MYOH membukukan laba bersih sebesar US$11,35 juta atau setara dengan Rp189,51 miliar. Nilai tersebut turun 37,67 persen menjadi dari US$18,21 juta pada periode yang sama tahun sebelumnuya.
Berdasarkan laporan keuangan, penurunan tersebut didorong oleh anjloknya pendapatan perseroan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, pendapatan turun dari US$135,62 juta menjadi US$122,19 juta secara tahunan. Masih di periode yang sama, MYOH membukukan aset senilai Rp222,18 miliar, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp224,1 miliar.
