Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
20250408_090012.jpg
IHSG trading halt 8 April 2035.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan lanjut melemah pada Rabu (9/4), setelah ditutup tertekan 7,9 persen di level 5.996.

Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini akan menurun dengan support dan resisten 5.880 dan 6.160. Tiga saham yang masuk dalam radar tim riset mereka adalah MNCN, HRUM, dan PGEO.

Sentimen terbesar datang dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Setelah pengumuman tarif oleh Donald Trump, Cina membalas dengan memberikan tarif kepada AS sebesar 34 persen. Angka itu sama dengan yang AS kenakan kepada Cina. Alhasil, Trump justru mendesak dan memakssa untuk mengenakan tarif 104 persen atas barang-barang dari Cina.

"Itu justru memberikan ombak pesimis bagi pelaku pasar dan investor bahwa perang tarif akan semakin meluas dan dalam," jelas tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyinggung tentang perlunya peninjauan atas kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) karena dinilai tidak efektif dan justru dapat menurunkan daya saing Indonesia di tingkat global. Ia mengusulkan agar kebijakan TKDN dibuat lebih fleksibel dan mempertimbangkan pemberian insentif sebagai alternatif.

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tetap memandang kebijakan TKDN sebagai instrumen penting untuk melindungi investasi manufaktur dalam negeri.

Senada dengan Pilarmas, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini rawan melemah ke rentang 5.700 sampai dengan 5.800. Pasalnya, belum ada perkembangan signifikan tentang isu tarif di Indonesia.

Pemerintah telah mempersiapkan delegasi tingkat tinggi untuk bernegosiasi dengan AS dan membawa sejumlah penawaran. Namun, belum ada respons dari pemerintah AS. Dus, tarif akan tetap berlaku pada 9 April sesuai pengumuman pada 2 April 2025.

Kendati demikian, Phintraco Sekuritas masih melihat adanya sentimen positif. Itu datang dari pertemuan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SRO (Self-Regulatory Organization) pada Selasa (8/4) malam.

Salah satu topik yang dibahas addalah pendalaman pasar dan peningkatan investasi, termasuk mendorong investor institusi domestik agar aktif menanamkan dana secara wajar di pasar modal. "Diskusi terkait hal tersebut juga dilakukan dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perekonomian," jelas Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy K dalam risetnya.

Adapun, saham-saham yang Phintraco Sekuritas soroti di tengah kondisi tersebut, meliputi: KLBF, BBNI, BMRI, dan ESSA.

Editorial Team