Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IHSG Diproyeksi Melemah Lagi di Tengah Dinamika Negosiasi AS-Iran
Layar yang menampilkan gerak IHSG. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada Rabu (25/2), setelah ditutup terkoreksi 1,37 persen ke level 8.280 kemarin (24/2) sore.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, struktur tren IHSG masih berada dalam fase bullish. Menurutnya, area 8.400 terbukti sebagai resisten psikologis dan zona distribusi jangka pendek.

"Indeks berpotensi menguji support minor di 8.230 hingga 8.150 sebagai area validasi sebelum melanjutkan tren," kata Reza dalam riset hariannya.

Dari segi sentimen, pelaku pasar akan mencermati perkembangan negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran pada pekan ini, mengingat implikasinya terhadap harga saham, serta volatilitas komoditas. Khususnya minyak dan emas.

Pada perdagangan hari ini, tim BRIDS sendiri menyoroti saham-saham berikut ini: MBMA, TAPG, dan WIRG.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG kembali terkoreksi untuk menguji level support 8.200-8.250 pada Rabu. Namun, rebound Wall Street diproyeksikan mendorong IHSG menguat pada awal sesi perdagangan.

"Secara teknikal, momentum penguatan histogram MACD IHSG mulai melemah dan terjadi pembentukan death cross Stochastic RSI di area overbought. IHSG kembali ditutup di bawah level MA5 di sekitar 8.306 kemarin," demikian catatan tim riset Phintraco Sekuritas.

Daftar saham yang mereka soroti hari ini, meliputi: BMRI, ADHI, PTPP, BRIS, dan TLKM.

Dari Tiongkok, bank sentral kembali mempertahankan suku bunga pinjaman tetap selama 9 bulan berturut-turut pada Februari 2026, dengan perincian: Loan Prime Rate 1Y sebesar 3 persen dan Loan Prime Rate 5Y di level 3,5 persen.

Lalu, dari Eropa, investor akan mencermati GfK Consumer Confidence Jerman periode Maret 206, yang diproyeksikan berada di level -23,8 (menurun dari -24,1). Sementara, inflasi Euro Area pada Januari 2026 diperkirakan melambat dari 2 persen (YoY) menjadi 1,7 persen (YoY).

Editorial Team