Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah terbatas pada Jumat (23/1), setelah ditutup turun 0,20 persen pada perdagangan Kamis (22/1).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, IHSG berpeluang menutup gap di area 8.945 dan resisten di 9.074. Daftar saham yang masuk pantauannya hari ini, meliputi: HMSP, AADI, dan SRTG.
Meski risiko geopolitik cenderung mereda, ketidakpastian global belum sepenuhnya hilang. "Tercermin dari harga emas yang bertahan di atas US$4.900 per ons," kata Reza dalam risetnya.
Ia menambahkan, pasar hari ini akan mencermati keputusan suku bungak Bank of Japan, yang diproyeksi akan mempertahnkan suku bunga tetap di level 0,75 persen. Pasar juga akan menantikan rilis M2 Money Supply Indonesia sebagai katalis arah selanjutnya.
Senada dengan BRIDS, Phintraco Sekuritas pun memprediksi IHSG hari ini terkoreksi dengan menguji level support di 8.550-8.950. Daftar saham yang disoroti oleh tim riset Phintraco Sekuritas adalah ISAT, KLBF, TLKM, AALI, dan ASRI.
"Secara teknikal IHSG masih ditutup di bawah MA5 dan MACD berpotensi membentuk death cross," kata tim Phintraco Sekuritas.
Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk mempertahankan BI Rate tetap, serta pernyataan BI yang tidak akan ragu melakukan intervensi terhadap rupiah, menjadi faktor-faktor yang mendorong penguatan rupiah. Dari domestik akan dirilis data M2 Money Supply periode Desember 2025 (23/1).
Investor akan mencermati data inflasi Jepang bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat di level 2,7 persen (YoY) dari 2,9 persen (YoY) pada November 2025. Kemudian, akan ada rilis indeks manufaktur dan jasa, serta Michigan Consumer Sentiment Final Januari 2026 dari Amerika Serikat (AS).
Mayoritas indeks bursa Asia ditutup menguat (22/1), seiring dengan meredanya ketegangan AS-Eropa setelah Presiden Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif 10 persen terhadap Eropa pada 1 Februari 2026 serta tidak akan menggunakan kekerasan untuk menguasai Greenland.
Rupiah di pasar spot ditutup menguat di level Rp16.885 per dolar AS pada perdagangan Kamis (22/1). Meskipun indeks dolar AS menguat, mayoritas mata uang Asia cenderung bergerak naik (22/1).
