Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
20251230_153647.jpg
Ilustrasi penutupan perdagangan bursa di BEI, Selasa (30/12). (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat terbatas lagi pada Selasa (10/2), setelah ditutup naik 1,22 persen ke level 8.031 kemarin sore.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, peluang penguatan lanjutan itu masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas support 7.920, dengan resisten krusial di level 8.100.

"Ke depan, pelaku pasar akan bersikap wait and see, menantikan hasil pertemuan OJK-BEI-MSCI terkait isu free float, investability, dan transparansi, serta rilis data penjualan ritel Indonesia dan Amerika Serikat sebagai penentu arah pasar berikutnya," kata Reza dalam riset hariannya.

Daftar saham pilihan BRIDS hari ini, meliputi: ARCI, BRIS, dan BUVA.

Sebagai konteks, kemarin IHSG menguat karena technical rebound pada saham-saham konglomerasi serta penguatan saham komoditaas emas. Dari sisi fundamental domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 naik ke 127, tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia menyoroti sejumlah sentimen positif di pasar saat ini, yakni: berlanjutnya penguatan indeks di bursa Wall Street serta kenaikan sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, timah, emas, batu bara, dan tembaga. Namun, ada pula sentimen negatif yang mesti diperhatikan, yaitu aksi jual investor asing.

Tim riset ritel CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support antara 7.950/7.870 dan resisten di 8.110/8.190. Daftar saham pilihannya adalah INDY, PTBA, MYOR, JSMR, PGAS, dan AMRT.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menambahkan satu sentimen yang menjadi sorotan pasar, yakni FTSE Russell yang menunda Indonesia Index Review, sejalan dengan masih berlangsungna reformasi pasar modal saat ini. Khususnya terkait transparansi dan keandalan perhitungan free float emiten domestik.

Editorial Team