Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat terbatas pada Rabu (28/1), setelah ditutup naik 0,05 persen ke level 8.980 kemarin sore.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support di 8.922 dan resistance di 9.000–9.035,
"Sementara pasar cenderung wait and see menantikan keputusan suku bunga The Fed yang diproyeksikan tetap di kisaran 3,5–3,75 persen," kata Reza dalam riset hariannya.
Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini, meliputi: TEBE, HMSP, dan VKTR.
Sepanjang sepekan, aksi jual asing tercatat masif sebesar Rp5,63 triliun, dipicu oleh ekspektasi suku bunga The Fed yang cenderung higher for longer serta rotasi dana menjelang rebalancing MSCI. Dari domestik, profit taking, minim katalis jangka pendek, pelemahan rupiah mendekati Rp17.000/USD, dan tekanan pada sektor perbankan turut membatasi pergerakan indeks.
Dari dalam negeri, adanya berita bahwa Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan) membuka potensi Danantara akan mengambil alih 28 perusahaan yang dicabut izinnya karena bencana Sumatra, termasuk tambang emas anak usaha UNTR, mendorong penurunan signifikan pada saham UNTR dan ASII, sehingga ikut membebani IHSG.
Namun rebound-nya beberapa saham yang telah mengalami tekanan jual selama beberapa hari terakhir, membatasi pelemahan IHSG lebih lanjut, sehingga IHSG dapat ditutup menguat tipis.
Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, indikator stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross. Namun histogram negatif MACD semakin melebar. IHSG ditutup di bawah level MA5, namun masih bertahan di atas level MA20.
"Sehingga diperkirakan IHSG masih akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 8.850-9.050," kata tim analis Phintraco Sekuritas.
Sementara itu rupiah di pasar spot kembali ditutup menguat di level Rp16.768 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (27/1). Mata uang negara-negara Asia bergerak variatif. Investor menantikan hasil pertemuan the Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan.
India mengumumkan mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa yang disebut mewakili sekitar 25 persen dari PDB global dan sekitar sepertiga dari perdagangan global. Perjanjian ini akan melengkapi kesepakatan India dengan Inggris dan European Free Trade Association.
"Adanya perjanjian perdagangan antara beberapa negara mengindikasikan mulai bergesernya orientasi perdagangan global sebagai respon terhadap kebijakan proteksionisme AS, khususnya ancaman kenaikan tarif," jelas Phintraco Sekuritas.
Hasilnya, negara-negara memilih memperkuat kerja sama regional dan bilateral untuk mengurangi ketergantungan pada pasar AS. Sementara itu indeks bursa Korea Selatan menguat (27/1), meskipun Presiden Trump mengancam akan menaikkan tarif terhadap negara itu dari 15 persen menjadi 25 persen.
Daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas pada perdagangan hari ini, mencakup: TAPG, TKIM, SCMA, TPIA, dan INET.
