Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan terkoreksi pada perdagangan Senin (16/3), setelah ditutup melemah 3,05 persen pada perdagangan Jumat (13/3).
Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam struktur tren bearish setelah menembus area support 7.200 dan membentuk lower low. Dalam jangka pendek, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area psikologis 7.100 hingga 7.000.
"Potensi peningkatan sikap wait and see dari investor juga diperkirakan terjadi menjelang periode libur panjang Idulfitri, di tengah ketidakpastian sentimen global," kata Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda dalam risetnya.
Ia menambahkan, tekanan pasar masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi global. Kondisi tersebut turut memicu kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN Indonesia serta menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan suku bunga bank sentral pada pekan ini.
Sejumlh daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini, di antaranya PSAB, INDY, dan BUKA.
Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta menyarankan agar trader berfokus pada saham pilihan dengan fundamental solid, saham bervaluasi murah. Selain itu, saham yang menunjukkan arah pembalikan tren serta menggunakan manajemen resiko dengan disiplin.
"IHSG berpotensi mixed to lower setelah membentuk pola long black marubozu candle. Di sisi lain, Stochastics K_D and RSI menunjukkan sinyal negatif, namun volume mulai menguat," kata Nafan dalam risetnya.
Berdasarkan laporan Reuters, pemerintah AS telah menolak upaya para mediator untuk memulai pembicaraan gencatan senjata dengan Iran, sementara Teheran juga menolak kemungkinan gencatan senjata sampai serangan AS dan Israel berhenti. Hal ini memicu kenaikan harga minyak global dan meningkatnya risk aversion di pasar keuangan.
Perang AS-Iran ikut berefek terhadap ekonomi Indonesia, salah satunya menyebabkan defisit APBN. "Jika dibiarkan melebar lebih dari 3 persen dengan mengubah ambang batas defisit, maka kepercayaan investor bisa menurun," katanya.
Saham-saham yang ia soroti hari ini adalah AKRA, INDY, dan LSIP.
