IHSG Tertekan FOMC Hawkish, Support 6.100 Jadi Penentu

- IHSG diproyeksikan melemah setelah turun 0,75 persen ke 6.146,72; volume besar menandakan tekanan jual meningkat. Support 6.100-6.120 krusial, karena tembusnya 6.100 berisiko memicu koreksi lanjutan.
- Pasar merespons FOMC Minutes September yang hawkish: mayoritas anggota The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026, berpotensi mempertahankan tingginya yield UST dan dolar AS.
- Investor juga memantau proyeksi Indeks Keyakinan Konsumen September di 118,0, musim laporan kuartal III 2026, serta peluang akumulasi saham. BRIDS memilih INDY, KAEF, INDF; MASI menyoroti AMMN, RAJA, TLKM.
Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada Kamis (8/10), setelah ditutup turun 0,75 persen ke level 6.146,72. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,75 persen ke level 6.146,72.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, pelemahan IHSG yang disertai volume perdagangan besar mengindikasikan meningkatnya tekanan jual dan membuka peluang indeks memasuki fase konsolidasi.
IHSG masih berada di bawah resisten 6.200-6.2400, sedangkan support berada di 6.100-6.120. "Selama support tersebut mampu dipertahankan, konsolidasi masih berpotensi menjadi fase base building. Namun, pelemahan di bawah 6.100 akan meningkatkan risiko koreksi lanjutan," kata Reza.
Fokus utama hari ini adalah respons pasar terhadap FOMC Minutes September yang cenderung hawkish. Mayoritas anggota The Fed menilai kenaikan suku bunga tambahan masih kemungkinan diperlukan sebelum akhir 2026, dengan inflasi dinilai masih elevated dan aktivitas ekonomi tetap solid.
Meski demikian, Fed menegaskan, keputusan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi. Kondisi itu berpotensi menjaga yield UST dan dolar AS tetap tinggi, sehingga ruang penguatan aset emerging market seperti IHSG masih terbatas.
Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah INDY, KAEF, dan INDF.
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) mengungkapkan, para pelaku investor juga memantau rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per September dengan proyeksi 118,0 yang menunjukkan keyakinan konsumen kemungkinan tetap berada di zona optimistis.
Senior Technical Analyst MASI, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, itu karena level di atas 100 masih mengindikasikan persepsi positif terhadap kondisi ekonomi.
Sentimen lain juga datang dari musim laporan keuangan kuartal-III 2026 serta october effect. "Secara historis, masuknya kuartal-IV 2026 ini sering dimanfaatkan para pelaku investor untuk akumulasi saham-saham berfundamental kuat jelang rilis kinerja keuangan kuartal-III," katanya.
Saham-saham yang disoroti MASI adalah AMMN, RAJA, dan TLKM.














