Jusuf Hamka Akan Borong Saham Rp5 T, Incar Bank Besar

Jusuf Hamka bersama konsorsium pengusaha berencana membeli saham senilai Rp5 triliun, memanfaatkan koreksi IHSG yang anjlok 11,57 persen.
Ia menyoroti saham bank besar BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA, karena menilai koreksi harga membuka peluang dividend yield sekitar 8–9 persen.
Jusuf mengajak pengusaha lain berinvestasi sesuai kemampuan sebagai dukungan bagi perekonomian nasional.
Jakarta, FORTUNE — Pengusaha Jusuf Hamka berencana membeli saham senilai Rp5 triliun bersama sejumlah rekannya melalui konsorsium pada Senin (19/10). Rencana tersebut disampaikan di tengah tekanan pasar saham domestik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Jumat (16/10).
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Jusuf mengungkapkan bahwa konsorsium tersebut telah dibentuk bersama sejumlah pengusaha.
“Saya pasti dengan teman-teman saya sudah konsorsium. Ada beberapa teman, pasti hari Senin saya akan belanja dan kita, di kelompok kita, Rp5 triliun kita akan belanja di market untuk hari Senin,” ujar Jusuf, Minggu (18/10).
Table of Content
Jusuf Hamka melihat peluang investasi saat saham turun
Jusuf Hamka menilai penurunan harga saham yang tajam menjadi peluang bagi investor untuk melakukan pembelian. Ia memperkirakan harga saham berpotensi kembali menguat setelah mengalami koreksi besar.
“Menurut saya ini adalah kesempatan untuk membeli. It's time to buy,” ujarnya.
Rencana pembelian tersebut muncul setelah IHSG anjlok 11,57 persen ke level 5.185,11 pada Jumat (16/10). Pelemahan pasar terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap usulan MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Usulan tersebut berpotensi memengaruhi arus dana investor asing apabila diterapkan. Namun, MSCI masih membuka konsultasi publik hingga 30 April 2027 dan menjadwalkan keputusan paling lambat 30 Juni 2027.
Sementara itu, Jusuf belum merinci anggota konsorsium, pembagian dana investasi, maupun saham yang akan dibeli secara spesifik.
Empat saham bank yang menarik perhatian
Jusuf Hamka menyoroti empat saham bank besar yang dinilai menarik untuk dikoleksi, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
“Saya lihat banyak saham-saham blue chip yang memberikan dividennya cukup baik. Kita lihat ada Bank Mandiri, ada BRI, ada BNI, ada Bank BCA,” tuturnya.
Menurut Jusuf, koreksi harga saham perbankan membuka peluang bagi investor untuk memperoleh imbal hasil dividen (dividend yield) yang lebih tinggi. Ia memperkirakan imbal hasil sejumlah saham tersebut dapat mencapai 8–9 persen, bahkan berpotensi memberikan keuntungan tambahan jika harga saham kembali naik.
Sebagai contoh, ia menyoroti saham BMRI yang menurut pengamatannya pernah diperdagangkan pada kisaran Rp6.000–Rp7.000 sebelum turun ke sekitar Rp3.300–Rp3.400 per saham.
Meski demikian, besaran dividend yield tidak bersifat tetap karena bergantung pada harga pembelian saham dan jumlah dividen yang dibagikan perusahaan.
Jusuf ajak pengusaha berinvestasi
Selain mempertimbangkan potensi keuntungan, Jusuf Hamka menyebut rencana pembelian saham tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian nasional. Ia juga mengajak pengusaha lain untuk berinvestasi di pasar modal sesuai kemampuan masing-masing.
“Kalau kelompok saya saja bisa Rp5 triliun mau belanja, ada puluhan ribu pengusaha kita yang mampu. Ayo tunjukkan rasa cinta ke tanah air, rasa nasionalisme kita,” tegasnya.
Meski demikian, pembelian saham senilai Rp5 triliun tersebut masih berupa rencana dan belum dipastikan terealisasi pada perdagangan Senin (19/10).
Mengenal siapa Jusuf Hamka
Seiring dengan rencananya memborong saham senilai Rp5 triliun, sosok Jusuf Hamka turut menjadi perhatian. Pengusaha yang akrab disapa Babah Alun ini lahir di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 5 Desember 1957 dengan nama Alun Joseph.
Jusuf dikenal melalui bisnis infrastruktur jalan tol, terutama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, ia tercatat memiliki 269,6 juta saham atau sekitar 4,03 persen dari total saham perusahaan.
Selain aktif di dunia bisnis, Jusuf kini menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta.
FAQ seputar Jusuf Hamka akan borong saham
Berapa dana yang direncanakan Jusuf Hamka untuk membeli saham? Jusuf menyatakan konsorsiumnya berencana membeli saham senilai Rp5 triliun.
Saham apa yang menarik perhatian Jusuf Hamka? Ia menyebut saham BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA.
Apa pemicu tekanan pasar saham yang menjadi konteks rencana tersebut? IHSG merosot di tengah kekhawatiran terkait usulan MSCI mengubah klasifikasi pasar Indonesia.













