Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Alasan Emas Dianggap Safe Haven Saat Kondisi Global Berfluktuasi
ilustrasi emas (pixabay.com/Global_Intergold)
  • Emas dianggap sebagai safe haven karena nilainya tahan terhadap inflasi, tidak terpengaruh gejolak ekonomi maupun politik, serta memiliki volatilitas rendah dibanding instrumen lain.
  • Kondisi global tahun 2026 penuh tantangan akibat konflik geopolitik, perang dagang, kenaikan harga minyak, dan perubahan arah kebijakan suku bunga yang membuat investor lebih berhati-hati.
  • Dalam situasi tak menentu, instrumen berisiko rendah seperti emas, obligasi, dan deposito disarankan untuk menjaga stabilitas portofolio dan menghindari fluktuasi pasar ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Tren investasi di emas seperti tidak ada matinya. Dalam kondisi apapun, emas selalu hadir sebagai instrumen yang layak dipertimbangkan. Itu mengapa, emas dianggap sebagai safe haven. Apakah itu?

Dikutip dari situs Galeri24, safe haven adalah asset lindung nilai yang paling aman saat kekhawatiran pasar meningkat. Investor juga menggunakan safe haven sebagai cara untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh pergerakan pasar yang tidak menguntungkan.

Emas telah lama dianggap sebagai safe haven, karena keunggulan dan ketahanannya terhadap inflasi. Nilai emas tidak dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan politik. Artinya meskipun situasi ekonomi dan politik bergejolak signifikan dan instrument investasi lainnya bisa anjlok, Harga emas justru cenderung akan naik terus.

Selain itu, emas tidak terpengaruh pergerakan pasar. Hal ini karena emas memiliki volatilitas yang rendah dan dapat menjadi pelindung yang aman dari volatilitas luar biasa dari pasar saham atau obligasi.

Terakhir, alasan emas disebut safe haven karena sifatnya yang sangat likuid. Emas dapat dijual dengan harga pasar yang tinggi, dan investor dapat segera mendapatkan uang tunai dari investasi mereka.

Tren Investasi 2026

Sejak awal Januari 2026, kondisi global penuh tantangan. Situasi geopolitik dunia belum benar-benar reda, perang dagang, perang Israel-Amerika terhadap Iran, lonjakan drastis harga minyak, hingga arah kebijakan suku bunga mulai bergerak turun.

Kombinasi faktor tersebut membuat tren investasi 2026 terasa sulit ditebak arahnya. Banyak investor akhirnya bersikap lebih hati-hati, apalagi yang baru terjun. Tak sedikit pula yang menahan dana sambil menunggu kondisi lebih jelas.

Namun kapan sebenarnya kondisi akan jelas? Tidak ada jawaban pasti. Apabila ingin memulai berinvestasi atau butuh penyeimbang portfolio, mulailah dari yang paling minim risiko seperti emas, obligasi, deposito. Ketiga instrumen ini dikenal volatilitas dan imbal hasil yang rendah.

Untuk obligasi, instrumen ini cocok bagi pemula yang ingin bermain aman karena tidak perlu memantau naik-turun harga yang tajam, nilai pokok terjaga, dan bunga jelas.

Sementara obligasi, instrumen ini layak dipertimbangkan di tengah kondisi tidak menentu seperti sekarang karena imbal hasil terprediksi dan cenderung stabil. Selain itu, tingkat keamanannya relatif lebih terjamin untuk yang diterbitkan langsung oleh negara.

Editorial Team

EditorEkarina .