Jakarta, FORTUNE - PT Korea Investment Management Indonesia (KIM Indonesia) membidik pertumbuhan total dana kelolaan (asset under management/AUM) setidaknya 30 persen pada 2026.
Direktur Utama KIM Indonesia, Arfan F. Karniody, mengatakan, proyeksi target pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh produk reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang. Selain itu, produk inovatif juga akan menjadi katalis lain.
"Produk inovatif ini bisa macam-macam ya. Bisa berbasis pendapatan tetap, tapi agak beda. Kami berusaha inovatif, berusaha berbeda dari yang lain," kata Arfan setelah seremoni peresmian pergantian nama perusahaan dari PT KISI Asset Management, Senin (19/1).
Salah satu contoh produk inovatif tersebut adalah Kim Fixed Income Fund Plus yang dirilis pada Februari 2024. Total dana kelolaan produk tersebut bertumbuh 7 kali lipat dari Rp724 miliar saat dirilis, menjadi Rp5,6 triliun pada akhir tahun.
Sebagai konteks, pada 2026, KIM Indonesia berencana meluncurkan 3-4 produk baru secara total. Waktu peluncuran terdekat produk baru itu adalah kuartal-II 2026.
Produk KIM Indonesia sendiri mencakup reksa dana pasar uang, reksa dana ETF, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana terproteksi, serat reksa dana campuran.
Secara karakter, investor produk reksa dana pendapatan tetap cenderung lebih bertahan pada instrumen tersebut. Berbeda dengan reksa dana saham yang relatif keluar-masuk instrumen itu.
"Kami tidak mau yang keluar-masuk [investasinya]. Makanya kami cari, dengan sifatnya pendapatan tetap sudah sticky, kami akan cari yang stickier lagi," ujar Arfan. Kami juga mau memodifikasi reksa dana campuran yang lebih menarik nanti Tapi masih kami hitung [potensinya]."
Sebelumnya, pada 2025, KIM Indonesia membukukan pertumbuhan aset kelolaan sebesar 134 persen (YoY) dari Rp4,24 triliun pada Desember 2024, menjadi Rp9,92 triliun pada Desember 2025. Sejak 2019, total dana kelolaan perusahaan juga telah melejit 1.259 persen.
